Friday, April 9, 2010

Rokok, Menyebabkan Penyakit bahkan Kematian

Nyeri hebat sekali di dada kiri yang terasa seperti tembus hingga ke punggung kiri, itulah gejala awal serangan jantung koroner. Penyakit jantung koroner terjadi akibat nikotin mencetuskan sumbatan di dalam saluran darah pada dinding jantung yang disebut pembuluh darah arteri koronaria (koroner). Bila serangannya berat sekali dan terlambat diberi pengobatan, penderita bisa langsung meninggal saat itu juga. Namun meskipun penderita ini berhasil ditolong, serangan serupa suatu saat bisa datang lagi dan terus berulang secara mendadak. Operasi jantung adalah pilihan untuk melepaskan diridari ancaman kematian ini.

Penderita jantung koroner akibat rokok ini ternyata tidak hanya menyerang orang yang berusia lanjut, tetapi bisa juga menimpa orang yang berusia 30 tahunan. Hal ini wajar saja, karena sebagian besar perokok mulai merokok sejak usia belasan tahun. Tidak sedikit pasien yang menjalani operasi jantung koroner usianya baru 30-an tahun. Terkadang ada yang akhirnya meninggal ketika operasi atau pascaoperasi karena komplikasi penyakitnya yang terlalu parah.

Di samping itu, rokok juga dapat mencetuskan stroke pada otak dan berbagai penyakit kanker, terutama
kanker paru-paru serta kanker organ pernapasan lainnya. Hampir semua penderita kanker paru-paru adalah perokok, demikian pula hampir semua penderita impotensi (lemah syahwat pria) adalah perokok. Kanker adalah penyakit yang mengerikan, sama mengerikannya dengan AIDS. Bila penderita kanker tidak segera ditangani, umumnya hanya bisa bertahan hidup sekitar enam bulan hingga 12 bulan, setelah itu kemudian meninggal kecuali bila Tuhan menghendaki lain.

Fakta membuktikan bahwa merokok tidak hanya menyebabkan penyakit, tetapi bahkan dapat menyebabkan kematian. Berdasarkan data statistik, jenis penyakit serta jumlah kematian akibat rokok selama tahun 1990 di Amerika Serikat (dibulatkan dalam ribuan orang) adalah sebagai berikut:
1) Kanker paru-paru 120.000,
2) Penyakit paru-paru kronis 65.000,
3) Penyakit jantung koroner 99.000,
4) Penyakit lainnya 80.000,
5) Kanker 31.000,
6) Stroke 23.000 orang.

Hal yang lebih mengejutkan, menurut laporan Departemen Kesehatan Amerika Serikat bahwa penyebab tertinggi kasus kematian dalam setiap tahun di Amerika Serikat ternyata penyakit akibat merokok. Urutan dari tujuh penyebab kasus kematian terbanyak di Amerika Serikat yang dikutip dari laporan kematian tahunan (Comparative Causes Of Annual Deaths) selama tahun 2000 dari United States Department of Health and Human Services, Centers for Disease Control (dibulatkan dalam ribuan) adalah sebagai berikut:
1) Penyakit akibat merokok 430.000,
2) Minuman keras 81.000,
3) Kecelakaan lalu-lintas 41.000,
4) Pembunuhan 30.000,
5) Bunuh diri 19.000,
6) AIDS 17.000,
7) Penyalahgunaan obat 14.000 orang.

Dari gambaran data ini, tampak bahwa di negara yang menghalalkan minuman keras pun, kematian akibat merokok (430 ribu) jauh lebih besar dari kematian akibat minuman keras (81 ribu). Kematian akibat merokok di Amerika Serikat hampir enam kali lebih besar daripada kematian akibat minuman keras.

Uniknya, bahaya asap rokok ini tidak hanya menimpa perokok, tapi dapat membahayakan kepada siapa saja yang tidak sengaja sering menghisap kepulan asap rokok di udara. Inilah yang disebut perokok pasif.
Dia tidak merokok tetapi akibat asap rokok sering terhisap olehnya, maka dia pun akan berpotensi mendapatkan bahaya yang sama seperti perokok. Bahkan anak atau istri yang sering berdekatan dengan ayah
atau suaminya yang merokok juga bisa menjadi perokok pasif.

Bila perokok pasif ini seorang penderita penyakit asma, maka penyakit asmanya bisa kambuh ketika tak sengaja menghisap asap rokok. Demikian pula penderita alergi hidung (Rhinitis alergica), penyakitnya akan langsung kambuh, bersin-bersin dan hidung berlendir ketika asap rokok terhisap olehnya. Oleh karena itu, bila Anda sedang merokok kemudian di sekitar Anda tiba-tiba ada yang batuk, sesak napas ataupun bersin-bersin, segeralah matikan rokok Anda. Kasihanilah dia, karena dia menderita akibat perbuatan Anda.

Di Amerika Serikat diketahui ada sekitar 70.000 wanita meninggal setiap tahun akibat menjadi perokok pasif.
Penyakit yang diderita umumnya berbagai macam kanker akibat asap rokok. Dari jumlah itu, 30.000 orang di
antaranya mengidap kanker paru-paru. Data lainnya menyatakan, setiap tahun ada sekitar 250.000 anak usia
kurang dari 18 bulan di Amerika Serikat menderita penyakit paru-paru yang juga akibat menjadi perokok
pasif.

Di samping itu, bila asap rokok sering terhisap oleh wanita hamil maka janin yang dikandungnya akan berpeluang mengalami: hambatan pertumbuhan atau Intra Uterine Fetal Restriction (IUGR), plasenta menutupi pintu rahim (plasenta previa), kehamilan di luar kandungan (ectopic pregnancy), berat bayi lahir rendah (small
for gestational age), kematian janin di dalam kandungan (intra uterine fetal death) serta berpeluang menderita
penyakit kencing manis (diabetes melitus) ketika bayinya kelak dewasa atau bahkan berpeluang menjadi anak yang mengalami keterbelakangan mental (mental retardation).

Temuan tersebut merupakan peringatan bagi kaum wanita - khususnya yang sedang hamil - serta anak-anak agar jangan mendekati orang yang sedang merokok. Sebaliknya, para perokok janganlah mendekati wanita hamil dan anak-anak, lindungilah mereka. Terlebih lagi wanita perokok, ia harus berpikir dua kali karena selain berisiko menderita penyakit jantung dan paru-paru, juga bisa terserang kanker payudara, kanker leher rahim, dll.

Source :
Mas Ahmad Yasa (peminat masalah rokok)

Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi
Alumni FK Universitas Padjadjaran Bandung
http://www.facebook.com/group.php?gid=186940705404

Possibly Related Article



1 comment:

Physical Therapy Supplies said...

Really a nice and informative article. Thanks for sharing the thoughts.