Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu lama). Umumnya penderita mempunyai sekurang-kurangnya tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat.
Penyakit hipertensi ada yang primer (sebab tak dikatahui) dan sekunder karena adanya penyakit lain yang mempengaruhi tekanan darah seperti penyakit ginjal. Tekanan darah yang selalu tinggi adalah salah satu faktor resiko untuk stroke dan serangan jantung.
Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala; meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan. Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, pusing, perdarahan dari hidung, wajah kemerahan dan kelelahan.
Jika hipertensinya berat atau menahun bisa timbul gejala seperti : sakit kepala, kelelahan, mual, muntah, sesak nafas, gelisah, pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal, bahkan penurunan kesadaran.
Kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga), stres, alkohol atau garam dalam makanan; bisa memicu penyebab terjadinya Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi) pada orang-orang memiliki kepekaan yang diturunkan.
Stress cenderung menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk sementara waktu, jika stres telah berlalu, maka tekanan darah biasanya akan kembali normal.
Pencegahan Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi), Hindari:
• Kegemukan
• Stress
• Minuman Beralkohol, dan
• Garam dalam makanan
• Tingkatkan Olahraga Teratur
Showing posts with label Penyakit. Show all posts
Showing posts with label Penyakit. Show all posts
Wednesday, April 14, 2010
Sunday, April 11, 2010
Bahaya Alergi Obat Bisa Sebabkan Kematian
''Alergi adalah reaksi yang berlebihan terhadap apa pun yang dimasukkan ke dalam tubuh termasuk obat. Ketika diminum, di dalam tubuh terdapat proses sentisisasi yang akhirnya menimbulkan penolakan berlebihan yang tidak mengenakkan sehingga merugikan tubuh sendiri. Reaksi itu bisa berupa gatal, sesak napas, penurunan tekanan darah, reaksi kulit disertai kelainan pada selaput lendir saluran cerna hingga sindrom Stevens-Johnson dan Toksik Epidermal Nekrolizing.''
Alergi obat memang sangat merepotkan. Jika obat itu tidak diminum, penyakit tidak akan sembuh dan makin merajalela, sementara jika diminum malah menimbulkan alergi. Apa yang harus dilakukan?
Penelitian alergi obat sudah sering dilakukan. Beberapa penelitian mengungkapkan reaksi yang tidak diinginkan pada penggunaan obat terjadi sekitar 2% dari sejumlah pasien yang mengonsumsi obat. Reaksi alergi obat ini biasanya ringan.
Namun, menurut spesialis kulit dan kelamin dr. Dewi Inong Irana, Sp.KK. di Jakarta, alergi yang diterima tubuh bukan hanya karena obat berbahan kimia. Minuman suplemen, obat herbal bahkan jamu, dapat menimbulkan reaksi alergi obat. Indikasinya pun hampir mirip dengan obat kimia.
Dewi menjelaskan, alergi adalah reaksi yang berlebihan terhadap apa pun yang dimasukkan ke dalam tubuh termasuk obat. Ketika diminum, di dalam tubuh terdapat proses sentisisasi yang akhirnya menimbulkan penolakan berlebihan yang tidak mengenakkan sehingga merugikan tubuh sendiri.
Reaksi itu, lanjut Dewi, bisa berupa gatal, sesak napas, penurunan tekanan darah, reaksi kulit disertai kelainan pada selaput lendir saluran cerna hingga sindrom Stevens-Johnson dan Toksik Epidermal Nekrolizing (TEN). "Reaksinya tergantung pada orangnya. Setiap orang bisa berbeda, tidak bisa diprediksi. Karena itu jangan disepelekan," katanya.
Alergi Obat yang Parah
Alergi obat diketahui berbahaya jika telah sampai pada tahap parah ditandai dengan tanda seperti sariawan di rongga mulut ataupun adanya selaput lendir di mata. "Bahkan kalau tidak diobati segera dapat menimbulkan kematian," terang Dewi.
Kematian karena alergi obat tidak hanya terjadi di negara berkembang, juga di negara maju yang fasilitas kesehatannya supermaju. Bahkan, di negara-negara Eropa masih terjadi kematian karena alergi obat. Oleh karena itu, di Eropa dibentuk jaringan pemantau alergi obat yang merekam semua kejadian dan memberikan informasi alergi obat yang sering terjadi.
Obat yang biasa menimbulkan alergi, jelas Dewi, biasanya dari golongan antibiotika penisilin, sulfonamide, obat antipiretik (penghilang rasa panas) atau obat analgetik (penghilang rasa sakit). Obat ini biasanya dijual bebas. Karena sering menimbulkan alergi, obat antibiotika seharusnya tidak diminum tanpa resep dokter. "Tetapi, banyak yang membeli sendiri tanpa resep dokter," ujarnya.
Karena itu, lanjut Dewi, penderita alergi obat ini diketahui terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun, dia tidak menyebutkan angka pastinya. Meskipun begitu, kita harus tetap waspada saat mengonsumsi obat. Dewi mengatakan, penderita alergi obat tidak dapat diketahui secara kasat mata.
Bahkan, katanya, reaksi alergi tidak langsung terjadi saat minum obat pertama kali. Ada yang sudah mengonsumsi obat tersebut bertahun-tahun, namun reaksinya baru berlangsung baru-baru saja. "Ada kasus pasien epilepsi yang sudah meminum obat epilepsi selama enam tahun baru timbul reaksi alergi," ungkap Dewi.
Hal itu, terangnya, karena bisa jadi proses sentisisasi di dalam tubuhnya berlangsung lambat. Dapat juga terjadi walaupun tidak sering, seorang yang semula tidak alergi terhadap suatu obat kemudian hari bisa pula menjadi alergi obat. Karena itu, Dewi meminta untuk berhati-hati ketika kita meminum sebuah obat. Terutama segera menghentikan mengonsumsi ketika imbul gejala gatal atau sesak napas.
Demikian pula berat-ringannya reaksi alergi. Seseorang mungkin langsung shock tak sadarkan diri sesaat setelah minum obat yang membuatnya alergi. Sementara yang lain hanya gatal, beberapa saat kemudian hilang gatalnya. Bagi kalangan awam, reaksi alergi obat dianggap keracunan.
Kerja Sama Penanggulangan Alergi Obat
Untuk menghindari terjadinya alergi obat, kata Dewi, perlu kerja sama antara pasien dan dokter. Pasien harus mengemukakan pengalamannya menggunakan obat selama ini, apakah obat tertentu membuat tubuh alergi atau dicurigai menimbulkan alergi. Dia menyarankan bagi yang telah terserang gejala seperti di atas segera memeriksakan ke dokter.
Nantinya, dokter akan memberikan semacam kartu kepada pasien yang berisi catatan alergi obat pasien, sehingga dia tidak akan memberikan obat yang sama pada pasien tersebut. Untuk menghentikan alergi obat, memang hanya ada satu cara yaitu dengan menghentikan pemakaian obat itu, dan mengatasi keadaan yang timbul akibat alergi.
"Jadi, sebenarnya dokter itu tidak tahu dia alergi obat apa saja. Makanya dia akan bertanya sebelum diperiksa apakah dia alergi obat tertentu atau tidak. Kalaupun misalnya ada pasien yang merasa sakit setelah meminum obat tertentu, si dokter tidak bisa disalahkan karena ini tidak bisa diprediksi," tuturnya.
Ditambahkan Dewi, banyak pihak berpendapat bahwa kasus alergi disamakan dengan malpraktik, terlebih jika mengakibatkan efek berat semisal Steven Johnson Syndrome atau akibat fatal misalnya kematian. Karena itu, terlepas dari kendala menyangkut alergi obat, sudah selayaknya para dokter melengkapi dirinya (praktik pribadi ataupun bekerja di institusi layanan medis) dengan peranti rekam medik.
Senada dengan itu, Guru Besar Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Armen Muchtar, DAF.DCP., Sp.FK(K). mengatakan, besar dan parahnya alergi obat yang terjadi itu tidak bisa ditentukan. Karena proses alergi tergantung dari dua sisi yaitu orang dan obatnya itu sendiri. "Setelah reaksi obat itu terjdi di tubuh, kita harus hati-hati. Segera periksa ke dokter dan hentikan mengonsumsi obat tersebut lagi," tandasnya.
Armen menambahkan, biasanya penderita alergi obat karena faktor keturunan di mana terdapat riwayat keluarganya yang juga alergi terhadap suatu obat. "Juga penderita asma atau penyakit-penyakit menahun biasanya mereka alergi obat. Dia memiliki auto-imun di dalam tubuhnya yang kecenderungan bereaksi saat meminum obat tertentu," katanya
Source: http://www.balipost.com/mediadetail.php?module=detailberitaminggu&kid=24&id=29771
Alergi obat memang sangat merepotkan. Jika obat itu tidak diminum, penyakit tidak akan sembuh dan makin merajalela, sementara jika diminum malah menimbulkan alergi. Apa yang harus dilakukan?
Penelitian alergi obat sudah sering dilakukan. Beberapa penelitian mengungkapkan reaksi yang tidak diinginkan pada penggunaan obat terjadi sekitar 2% dari sejumlah pasien yang mengonsumsi obat. Reaksi alergi obat ini biasanya ringan.
Namun, menurut spesialis kulit dan kelamin dr. Dewi Inong Irana, Sp.KK. di Jakarta, alergi yang diterima tubuh bukan hanya karena obat berbahan kimia. Minuman suplemen, obat herbal bahkan jamu, dapat menimbulkan reaksi alergi obat. Indikasinya pun hampir mirip dengan obat kimia.
Dewi menjelaskan, alergi adalah reaksi yang berlebihan terhadap apa pun yang dimasukkan ke dalam tubuh termasuk obat. Ketika diminum, di dalam tubuh terdapat proses sentisisasi yang akhirnya menimbulkan penolakan berlebihan yang tidak mengenakkan sehingga merugikan tubuh sendiri.
Reaksi itu, lanjut Dewi, bisa berupa gatal, sesak napas, penurunan tekanan darah, reaksi kulit disertai kelainan pada selaput lendir saluran cerna hingga sindrom Stevens-Johnson dan Toksik Epidermal Nekrolizing (TEN). "Reaksinya tergantung pada orangnya. Setiap orang bisa berbeda, tidak bisa diprediksi. Karena itu jangan disepelekan," katanya.
Alergi Obat yang Parah
Alergi obat diketahui berbahaya jika telah sampai pada tahap parah ditandai dengan tanda seperti sariawan di rongga mulut ataupun adanya selaput lendir di mata. "Bahkan kalau tidak diobati segera dapat menimbulkan kematian," terang Dewi.
Kematian karena alergi obat tidak hanya terjadi di negara berkembang, juga di negara maju yang fasilitas kesehatannya supermaju. Bahkan, di negara-negara Eropa masih terjadi kematian karena alergi obat. Oleh karena itu, di Eropa dibentuk jaringan pemantau alergi obat yang merekam semua kejadian dan memberikan informasi alergi obat yang sering terjadi.
Obat yang biasa menimbulkan alergi, jelas Dewi, biasanya dari golongan antibiotika penisilin, sulfonamide, obat antipiretik (penghilang rasa panas) atau obat analgetik (penghilang rasa sakit). Obat ini biasanya dijual bebas. Karena sering menimbulkan alergi, obat antibiotika seharusnya tidak diminum tanpa resep dokter. "Tetapi, banyak yang membeli sendiri tanpa resep dokter," ujarnya.
Karena itu, lanjut Dewi, penderita alergi obat ini diketahui terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun, dia tidak menyebutkan angka pastinya. Meskipun begitu, kita harus tetap waspada saat mengonsumsi obat. Dewi mengatakan, penderita alergi obat tidak dapat diketahui secara kasat mata.
Bahkan, katanya, reaksi alergi tidak langsung terjadi saat minum obat pertama kali. Ada yang sudah mengonsumsi obat tersebut bertahun-tahun, namun reaksinya baru berlangsung baru-baru saja. "Ada kasus pasien epilepsi yang sudah meminum obat epilepsi selama enam tahun baru timbul reaksi alergi," ungkap Dewi.
Hal itu, terangnya, karena bisa jadi proses sentisisasi di dalam tubuhnya berlangsung lambat. Dapat juga terjadi walaupun tidak sering, seorang yang semula tidak alergi terhadap suatu obat kemudian hari bisa pula menjadi alergi obat. Karena itu, Dewi meminta untuk berhati-hati ketika kita meminum sebuah obat. Terutama segera menghentikan mengonsumsi ketika imbul gejala gatal atau sesak napas.
Demikian pula berat-ringannya reaksi alergi. Seseorang mungkin langsung shock tak sadarkan diri sesaat setelah minum obat yang membuatnya alergi. Sementara yang lain hanya gatal, beberapa saat kemudian hilang gatalnya. Bagi kalangan awam, reaksi alergi obat dianggap keracunan.
Kerja Sama Penanggulangan Alergi Obat
Untuk menghindari terjadinya alergi obat, kata Dewi, perlu kerja sama antara pasien dan dokter. Pasien harus mengemukakan pengalamannya menggunakan obat selama ini, apakah obat tertentu membuat tubuh alergi atau dicurigai menimbulkan alergi. Dia menyarankan bagi yang telah terserang gejala seperti di atas segera memeriksakan ke dokter.
Nantinya, dokter akan memberikan semacam kartu kepada pasien yang berisi catatan alergi obat pasien, sehingga dia tidak akan memberikan obat yang sama pada pasien tersebut. Untuk menghentikan alergi obat, memang hanya ada satu cara yaitu dengan menghentikan pemakaian obat itu, dan mengatasi keadaan yang timbul akibat alergi.
"Jadi, sebenarnya dokter itu tidak tahu dia alergi obat apa saja. Makanya dia akan bertanya sebelum diperiksa apakah dia alergi obat tertentu atau tidak. Kalaupun misalnya ada pasien yang merasa sakit setelah meminum obat tertentu, si dokter tidak bisa disalahkan karena ini tidak bisa diprediksi," tuturnya.
Ditambahkan Dewi, banyak pihak berpendapat bahwa kasus alergi disamakan dengan malpraktik, terlebih jika mengakibatkan efek berat semisal Steven Johnson Syndrome atau akibat fatal misalnya kematian. Karena itu, terlepas dari kendala menyangkut alergi obat, sudah selayaknya para dokter melengkapi dirinya (praktik pribadi ataupun bekerja di institusi layanan medis) dengan peranti rekam medik.
Senada dengan itu, Guru Besar Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Armen Muchtar, DAF.DCP., Sp.FK(K). mengatakan, besar dan parahnya alergi obat yang terjadi itu tidak bisa ditentukan. Karena proses alergi tergantung dari dua sisi yaitu orang dan obatnya itu sendiri. "Setelah reaksi obat itu terjdi di tubuh, kita harus hati-hati. Segera periksa ke dokter dan hentikan mengonsumsi obat tersebut lagi," tandasnya.
Armen menambahkan, biasanya penderita alergi obat karena faktor keturunan di mana terdapat riwayat keluarganya yang juga alergi terhadap suatu obat. "Juga penderita asma atau penyakit-penyakit menahun biasanya mereka alergi obat. Dia memiliki auto-imun di dalam tubuhnya yang kecenderungan bereaksi saat meminum obat tertentu," katanya
Source: http://www.balipost.com/mediadetail.php?module=detailberitaminggu&kid=24&id=29771
Labels:
Information,
Penyakit
Pandangan Ulama Tentang Rokok
Hukum tentang merokok bagi umat Islam di Indonesia, selama puluhan tahun terus mengambang. Persoalannya karena belum ada fatwa MUI tentang status hukum Rokok. Hukum merokok yang paling umum diketahui oleh masyarakat adalah makruh atau mubah yang bersandarkan kepada sebuah kaidah, "Asal segala urusan duniawi itu adalah mubah (boleh) kecuali yang dilarang". Penggunaan dasar hukum ini oleh para ulama terdahulu untuk rokok, mungkin karena para dokter ketika itu belum berhasil menguak bahayanya rokok.
Namun saat ini, tidak sedikit para ulama yang menjatuhkan fatwa haram untuk rokok terutama setelah kalangan kedokteran membuktikan berbagai bahaya yang sangat besar bagi para perokok. Di antara para ulama tersebut yaitu ulama besar di Timur Tengah seperti Syaikh Abdullah Nashih Ulwan ataupun Syaikh Muhammad Yusuf Qardhawi dalam buku Fatwa-Fatwa Kontemporer.
Salah satu dalil yang mendasari fatwa rokok haram adalah Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 195 yang artinya: "Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan ... ". Di samping itu masih banyak lagi ayat Al-Quran dan Hadits yang menjadi sandaran fatwa haram dari para ulama tersebut.
Selain pertimbangan hukum fiqih, landasan fatwa rokok haram ini juga dari segi kesehatan. Merokok pada dasarnya adalah memasukkan racun ke dalam tubuh. Mengingat sifat racunnya yang bisa menyebabkan kematian, maka merokok secara ekstrem bisa disamakan dengan menyengajakan kematian atau proses bunuh diri secara sistematis dan perlahan. Selain itu, merokok juga merupakan suatu pemborosan atau perbuatan yang menghamburkan harta.
Sebenarnya kampanye anti rokok sudah mulai didengungkan di kalangan umat Islam. Hal ini terbukti dari adanya larangan merokok dari pemerintah Arab Saudi bagi semua Jamaah Haji sejak musim Haji tahun 2002, khususnya di kota Makkah dan Madinah. Sejak saat itu, semua pertokoan di kedua kota suci tersebut dilarang menjual rokok. Bagi yang melanggar peraturan ini maka dikenakan denda ratusan real.
Pengendalian Rokok Bagaimanapun rokok itu bermanfaat bagi perokok atau bagi produsen rokok serta bagi semua yang berkaitan dengan produksi dan perdagangan rokok, namun madaratnya jauh lebih besar daripada keuntungannya. Produsen rokok di Indonesia saat ini memang masih berada di atas angin, karena belum pernah ada gugatan ganti rugi dari perokok. Beberapa tahun lalu di Amerika Serikat, sebuah perusahaan rokok mengalami kebangkrutan karena harus membayar ganti rugi yang sangat besar akibat kalah di pengadilan oleh gugatan para korban penyakit akibat rokok.
Kita tidak dapat menutup mata bahwa industri rokok di Indonesia telah memberikan kontribusi signifikan kepada Pemerintah berupa cukai rokok. Sebagai contoh, pada tahun 2004 cukai rokok besarnya Rp 27 trilyun. Selain itu ada kontribusi di sektor pertanian tembakau, cengkeh dan kontribusi lapangan tenaga kerja. Namun semua itu sebenarnya hanyalah ilusi belaka, karena meskipun Pemerintah mendapatkan Rp 27 trilyun, tetapi biaya kesehatan yang harus ditanggung oleh Pemerintah dan masyarakat sebesar Rp. 81 trilyun atau tiga kali lipat dari cukai yang didapatkan.
Produsen rokok sudah saatnya mulai peduli terhadap kesehatan masyarakat, dengan mengurangi produksinya
serta tidak mengiklankan produknya. Bahkan kalau memungkinkan, para produsen ini menutup produksi rokoknya kemudian beralih ke bidang usaha lain yang lebih positif. Demikian pula para petani tembakau,
sudah saatnya beralih produksi dengan bercocok tanam aneka jenis tanaman lain yang lebih menguntungkan.
Walaupun sekarang ada produk rokok jenis rendah tar dengan bermacam-macam istilah seperti "mild", "light" atau bahkan "ultra light", tetapi tidak terbukti dapat menurunkan risiko kematian secara signifikan.
Bahkan belakangan ada produk suplemen antioksidan untuk menghindari radikal bebas rokok, tetapi ini pun
belum terbukti dapat mencegah risiko kematian akibat rokok.
Fenomena merokok saat ini sudah terlanjur menjadi gaya hidup sebagian besar masyarakat kita, khususnya kaum pria. Tidak sedikit yang menganggap bahwa merokok adalah simbol pergaulan kaum pria. Tampak sekali bila bertamu atau berjumpa dengan sahabat, umumnya kaum Adam sering menawarkan rokok. Sepertinya kurang akrab bila tidak menjamu dengan rokok.
Memang banyak di antara kita yang tidak peduli terhadap bahaya rokok. Meskipun sudah jelas bahayanya, tetapi hampir semua perokok tidak begitu menghiraukannya. Salah satu sebabnya adalah karena dampak buruk rokok ini munculnya tidak seperti memakan cabe rawit, begitu dimakan langsung terasa pedasnya. Akibat buruk merokok itu munculnya lambat sekali, yaitu setelah lebih dari 10 atau 20 tahun kemudian.
Walaupun setiap tahun WHO memperingati hari tanpa rokok sedunia, namun ternyata di Indonesia gaungnya nyaris tak terdengar. Perokok tetap dengan rokoknya, begitu juga pedagang rokok tetap saja bebas berjualan rokok, pabrik rokok pun tetap berproduksi. Beginilah tingkat kesadaran masyarakat Indonesia terhadap bahaya rokok.
Tampaknya di Indonesia perlu proses panjang untuk menyadarkan masyarakat terhadap bahaya rokok. Perlu sekali kampanye yang lebih intensif dan berbagai informasi yang komprehensif kepada berbagai kalangan, termasuk mengenai cara-cara untuk berhenti merokok.Selain itu perlu adanya perlindungan dan pencegahan agar kaum remaja tidak mulai merokok. Tentu saja, peranan pemerintah, masyarakat serta orang tua sangat penting agar tidak mewariskan generasi perokok di kemudian hari.
Source :
Mas Ahmad Yasa (peminat masalah rokok)
Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi
Alumni FK Universitas Padjadjaran Bandung
http://www.facebook.com/group.php?gid=186940705404
Namun saat ini, tidak sedikit para ulama yang menjatuhkan fatwa haram untuk rokok terutama setelah kalangan kedokteran membuktikan berbagai bahaya yang sangat besar bagi para perokok. Di antara para ulama tersebut yaitu ulama besar di Timur Tengah seperti Syaikh Abdullah Nashih Ulwan ataupun Syaikh Muhammad Yusuf Qardhawi dalam buku Fatwa-Fatwa Kontemporer.
Salah satu dalil yang mendasari fatwa rokok haram adalah Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 195 yang artinya: "Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan ... ". Di samping itu masih banyak lagi ayat Al-Quran dan Hadits yang menjadi sandaran fatwa haram dari para ulama tersebut.
Selain pertimbangan hukum fiqih, landasan fatwa rokok haram ini juga dari segi kesehatan. Merokok pada dasarnya adalah memasukkan racun ke dalam tubuh. Mengingat sifat racunnya yang bisa menyebabkan kematian, maka merokok secara ekstrem bisa disamakan dengan menyengajakan kematian atau proses bunuh diri secara sistematis dan perlahan. Selain itu, merokok juga merupakan suatu pemborosan atau perbuatan yang menghamburkan harta.
Sebenarnya kampanye anti rokok sudah mulai didengungkan di kalangan umat Islam. Hal ini terbukti dari adanya larangan merokok dari pemerintah Arab Saudi bagi semua Jamaah Haji sejak musim Haji tahun 2002, khususnya di kota Makkah dan Madinah. Sejak saat itu, semua pertokoan di kedua kota suci tersebut dilarang menjual rokok. Bagi yang melanggar peraturan ini maka dikenakan denda ratusan real.
Pengendalian Rokok Bagaimanapun rokok itu bermanfaat bagi perokok atau bagi produsen rokok serta bagi semua yang berkaitan dengan produksi dan perdagangan rokok, namun madaratnya jauh lebih besar daripada keuntungannya. Produsen rokok di Indonesia saat ini memang masih berada di atas angin, karena belum pernah ada gugatan ganti rugi dari perokok. Beberapa tahun lalu di Amerika Serikat, sebuah perusahaan rokok mengalami kebangkrutan karena harus membayar ganti rugi yang sangat besar akibat kalah di pengadilan oleh gugatan para korban penyakit akibat rokok.
Kita tidak dapat menutup mata bahwa industri rokok di Indonesia telah memberikan kontribusi signifikan kepada Pemerintah berupa cukai rokok. Sebagai contoh, pada tahun 2004 cukai rokok besarnya Rp 27 trilyun. Selain itu ada kontribusi di sektor pertanian tembakau, cengkeh dan kontribusi lapangan tenaga kerja. Namun semua itu sebenarnya hanyalah ilusi belaka, karena meskipun Pemerintah mendapatkan Rp 27 trilyun, tetapi biaya kesehatan yang harus ditanggung oleh Pemerintah dan masyarakat sebesar Rp. 81 trilyun atau tiga kali lipat dari cukai yang didapatkan.
Produsen rokok sudah saatnya mulai peduli terhadap kesehatan masyarakat, dengan mengurangi produksinya
serta tidak mengiklankan produknya. Bahkan kalau memungkinkan, para produsen ini menutup produksi rokoknya kemudian beralih ke bidang usaha lain yang lebih positif. Demikian pula para petani tembakau,
sudah saatnya beralih produksi dengan bercocok tanam aneka jenis tanaman lain yang lebih menguntungkan.
Walaupun sekarang ada produk rokok jenis rendah tar dengan bermacam-macam istilah seperti "mild", "light" atau bahkan "ultra light", tetapi tidak terbukti dapat menurunkan risiko kematian secara signifikan.
Bahkan belakangan ada produk suplemen antioksidan untuk menghindari radikal bebas rokok, tetapi ini pun
belum terbukti dapat mencegah risiko kematian akibat rokok.
Fenomena merokok saat ini sudah terlanjur menjadi gaya hidup sebagian besar masyarakat kita, khususnya kaum pria. Tidak sedikit yang menganggap bahwa merokok adalah simbol pergaulan kaum pria. Tampak sekali bila bertamu atau berjumpa dengan sahabat, umumnya kaum Adam sering menawarkan rokok. Sepertinya kurang akrab bila tidak menjamu dengan rokok.
Memang banyak di antara kita yang tidak peduli terhadap bahaya rokok. Meskipun sudah jelas bahayanya, tetapi hampir semua perokok tidak begitu menghiraukannya. Salah satu sebabnya adalah karena dampak buruk rokok ini munculnya tidak seperti memakan cabe rawit, begitu dimakan langsung terasa pedasnya. Akibat buruk merokok itu munculnya lambat sekali, yaitu setelah lebih dari 10 atau 20 tahun kemudian.
Walaupun setiap tahun WHO memperingati hari tanpa rokok sedunia, namun ternyata di Indonesia gaungnya nyaris tak terdengar. Perokok tetap dengan rokoknya, begitu juga pedagang rokok tetap saja bebas berjualan rokok, pabrik rokok pun tetap berproduksi. Beginilah tingkat kesadaran masyarakat Indonesia terhadap bahaya rokok.
Tampaknya di Indonesia perlu proses panjang untuk menyadarkan masyarakat terhadap bahaya rokok. Perlu sekali kampanye yang lebih intensif dan berbagai informasi yang komprehensif kepada berbagai kalangan, termasuk mengenai cara-cara untuk berhenti merokok.Selain itu perlu adanya perlindungan dan pencegahan agar kaum remaja tidak mulai merokok. Tentu saja, peranan pemerintah, masyarakat serta orang tua sangat penting agar tidak mewariskan generasi perokok di kemudian hari.
Source :
Mas Ahmad Yasa (peminat masalah rokok)
Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi
Alumni FK Universitas Padjadjaran Bandung
http://www.facebook.com/group.php?gid=186940705404
Labels:
Information,
Penyakit
Sikap WHO Tentang Rokok
Badan kesehatan dunia WHO (World Health Organization) melaporkan bahwa kematian akibat rokok hingga tahun 1990 telah menelan korban jiwa sebanyak tiga juta orang setiap tahunnya. Jumlah ini terus membengkak karena menurut data pada tahun 2001, dalam hitungan setahun ada 4.2 juta orang yang mati akibat rokok. Berdasarkan perhitungan statistik, diperkirakan pada tahun 2010 angka kematian akibat rokok akan menjadi 8.4 juta orang per tahun. Kemudian pada tahun 2020 diperkirakan meningkat lagi menjadi lebih dari 10 juta orang meninggal per tahun akibat penyakit yang disebabkan oleh rokok.
WHO dengan tegas menyatakan bahwa tembakau adalah sumber penyakit masyarakat yang telah merusak dunia periklanan dan dunia olahraga. Menurut WHO, sesungguhnya produk rokok itu tidak menghargai kehidupan, tetapi hanya menyebabkan penyakit dan kematian. Dalam rangka memberantas epidemi penyakit akibat rokok ini, WHO telah melakukan berbagai upaya di antaranya dengan kampanye antirokok melalui pencanangan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (World No Tobacco Day).
Disamping itu, dalam upaya melakukan aksi global, WHO bekerjasama dengan berbagai pihak meluncurkan kampanye pembersihan bidang olahraga dari berbagai simbol-simbol dan iklan rokok. WHO juga bekerjasama dengan federasi olahraga dunia atau International Olympic Committee (IOC) serta federasi sepak bola dunia (FIFA) dalam kampanye bebas rokok pada setiap pesta olahraga dunia seperti Olimpiade, termasuk World Cup FIFA 2006 yang berlangsung di Jerman.
Selain itu, WHO juga sudah menetapkan konvensi yang bernama FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) sebagai hukum internasional. Hingga saat ini FCTC sudah ditandatangani oleh lebih dari 160 negara anggota WHO. Konvensi ini selain mengatur masalah larangan merokok di tempat umum, juga memberi arahan kepada negara masing-masing untuk menanggulangi dampak rokok secara elegan dan komprehensif, misalnya dengan menaikkan cukai rokok dan larangan iklan di media massa.
Selain itu, WHO telah mencanangkan program "Kawasan Tanpa Rokok" (KTR) di tempat-tempat umum. Program seperti ini telah dilaksanakan di berbagai negara termasuk ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam. Di Malaysia orang yang merokok di tempat umum didenda 500 ringgit, di Bangkok didenda 2.000 Bath, di Singapura didenda 2.000 dolar, bahkan di Hongkong didenda 35.000 dolar.
Di Indonesia sebenarnya ada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 81/1999 yaitu tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan yang selanjutnya diubah menjadi PP nomor 19/2003. Tetapi sayang sekali produk hukum ini sudah 15 tahun terkatung-katung tidak jelas tujuannya. Namun belakangan di Jakarta mulai dirintis
pemberlakuan hukuman denda Rp 50 juta bagi yang merokok di tempat umum.
Source :
Mas Ahmad Yasa (peminat masalah rokok)
Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi
Alumni FK Universitas Padjadjaran Bandung
http://www.facebook.com/group.php?gid=186940705404
WHO dengan tegas menyatakan bahwa tembakau adalah sumber penyakit masyarakat yang telah merusak dunia periklanan dan dunia olahraga. Menurut WHO, sesungguhnya produk rokok itu tidak menghargai kehidupan, tetapi hanya menyebabkan penyakit dan kematian. Dalam rangka memberantas epidemi penyakit akibat rokok ini, WHO telah melakukan berbagai upaya di antaranya dengan kampanye antirokok melalui pencanangan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (World No Tobacco Day).
Disamping itu, dalam upaya melakukan aksi global, WHO bekerjasama dengan berbagai pihak meluncurkan kampanye pembersihan bidang olahraga dari berbagai simbol-simbol dan iklan rokok. WHO juga bekerjasama dengan federasi olahraga dunia atau International Olympic Committee (IOC) serta federasi sepak bola dunia (FIFA) dalam kampanye bebas rokok pada setiap pesta olahraga dunia seperti Olimpiade, termasuk World Cup FIFA 2006 yang berlangsung di Jerman.
Selain itu, WHO juga sudah menetapkan konvensi yang bernama FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) sebagai hukum internasional. Hingga saat ini FCTC sudah ditandatangani oleh lebih dari 160 negara anggota WHO. Konvensi ini selain mengatur masalah larangan merokok di tempat umum, juga memberi arahan kepada negara masing-masing untuk menanggulangi dampak rokok secara elegan dan komprehensif, misalnya dengan menaikkan cukai rokok dan larangan iklan di media massa.
Selain itu, WHO telah mencanangkan program "Kawasan Tanpa Rokok" (KTR) di tempat-tempat umum. Program seperti ini telah dilaksanakan di berbagai negara termasuk ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam. Di Malaysia orang yang merokok di tempat umum didenda 500 ringgit, di Bangkok didenda 2.000 Bath, di Singapura didenda 2.000 dolar, bahkan di Hongkong didenda 35.000 dolar.
Di Indonesia sebenarnya ada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 81/1999 yaitu tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan yang selanjutnya diubah menjadi PP nomor 19/2003. Tetapi sayang sekali produk hukum ini sudah 15 tahun terkatung-katung tidak jelas tujuannya. Namun belakangan di Jakarta mulai dirintis
pemberlakuan hukuman denda Rp 50 juta bagi yang merokok di tempat umum.
Source :
Mas Ahmad Yasa (peminat masalah rokok)
Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi
Alumni FK Universitas Padjadjaran Bandung
http://www.facebook.com/group.php?gid=186940705404
Labels:
Information,
Penyakit
Ancaman Kematian Akibat Merokok
Berapakah umur Anda sekarang? Berapapun umur Anda, maka sepanjang usia itulah organ tubuh yang bernama jantung berdetak terus-menerus. Sungguh setia jantung kita bekerja keras selama 24 jam siang dan malam meskipun kita sedang tidur nyenyak. Bila jantung kita berhenti berdetak, maka aliran darah pun akan berhenti sehingga akan mengakibatkan kematian.
Jantung kita berdetak rata-rata 80 kali setiap menit untuk memompa darah, agar dapat mengangkut nutrisi termasuk oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.Seandainya umur kita sekarang 30 tahun, maka jantung telah berdetak memompa lebih dari 16 juta kali, tidak mengenal lelah dan tanpa harus mengeluarkan biaya sepeserpun. Namun sering kita tidak mensyukurinya.
Barangkali kita baru tersadar akan pentingnya jantung yang sehat bila jatuh sakit. Alangkah sayangnya, di antara kita yang dikaruniai jantung sehat, banyak sekali yang tega merusak jantung di tubuhnya sendiri. Tak bisa disangkal lagi bahwa salah satu perusak jantung adalah rokok. Memang tidak semua perokok akan menderita penyakit jantung, tapi perlu dicatat bahwa hampir semua penderita penyakit jantung koroner adalah perokok.
Source :
Mas Ahmad Yasa (peminat masalah rokok)
Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi
Alumni FK Universitas Padjadjaran Bandung
http://www.facebook.com/group.php?gid=186940705404
Jantung kita berdetak rata-rata 80 kali setiap menit untuk memompa darah, agar dapat mengangkut nutrisi termasuk oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.Seandainya umur kita sekarang 30 tahun, maka jantung telah berdetak memompa lebih dari 16 juta kali, tidak mengenal lelah dan tanpa harus mengeluarkan biaya sepeserpun. Namun sering kita tidak mensyukurinya.
Barangkali kita baru tersadar akan pentingnya jantung yang sehat bila jatuh sakit. Alangkah sayangnya, di antara kita yang dikaruniai jantung sehat, banyak sekali yang tega merusak jantung di tubuhnya sendiri. Tak bisa disangkal lagi bahwa salah satu perusak jantung adalah rokok. Memang tidak semua perokok akan menderita penyakit jantung, tapi perlu dicatat bahwa hampir semua penderita penyakit jantung koroner adalah perokok.
Source :
Mas Ahmad Yasa (peminat masalah rokok)
Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi
Alumni FK Universitas Padjadjaran Bandung
http://www.facebook.com/group.php?gid=186940705404
Labels:
Information,
Penyakit
Mengenal Nikotin yang Terkandung dalam Rokok
Nikotin pertama kali diisolasi dari daun tembakau (Nicotiana tabacum) oleh Posselt dan Reima pada tahun 1828. Kemudian Langley dan Dickinson pada tahun 1889 menemukan pengaruh buruk nikotin terhadap simpul serabut saraf (ganglion). Selanjutnya pengaruh buruk nikotin diketahui cukup luas, di antaranya mempengaruhi kerja orot rangka, susunan saraf pusat (otak), saluran pencernaan, saluran pernapasan, kelenjar, sistem jantung dan pembuluh darah (cardio vascular).
Secara farmakologi, nikotin adalah racun yang mematikan. Dosis lethal (mematikan) nikotin pada manusia sekitar 60 mg. Satu batang rokok putih saja sudah mengandung nikotin antara 15 - 20 mg. Jadi bila tiga atau empat batang rokok dimasukkan ke dalam segelas air minum, kemudian diminum dengan rokoknya sekaligus maka bisa mati karena dosis nikotinnya sudah mematikan.
Tetapi bila nikotinnya dihisap melalui asap rokok, maka kadar nikotin yang diserap tubuh dalam tiap batang rokok akan jauh lebih rendah dibanding bila rokok ini diminum. Meskipun demikian, jenis racun di dalam asap rokok tetap lebih banyak. Berdasarkan hasil analisa para ahli, di dalam kepulan asap rokok terkandung lebih dari 4.000 macam racun kimia yang berbahaya, dan 43 di antaranya bersifat karsinogenik (pencetus kanker) seperti sianida, tar (partikel karbon) dan nikotin. Sianida atau racun pelumpuh saraf adalah racun mematikan yang biasa digunakan untuk eksekusi hukuman mati dan bom kimia.
Source :
Mas Ahmad Yasa (peminat masalah rokok)
Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi
Alumni FK Universitas Padjadjaran Bandung
http://www.facebook.com/group.php?gid=186940705404
Secara farmakologi, nikotin adalah racun yang mematikan. Dosis lethal (mematikan) nikotin pada manusia sekitar 60 mg. Satu batang rokok putih saja sudah mengandung nikotin antara 15 - 20 mg. Jadi bila tiga atau empat batang rokok dimasukkan ke dalam segelas air minum, kemudian diminum dengan rokoknya sekaligus maka bisa mati karena dosis nikotinnya sudah mematikan.
Tetapi bila nikotinnya dihisap melalui asap rokok, maka kadar nikotin yang diserap tubuh dalam tiap batang rokok akan jauh lebih rendah dibanding bila rokok ini diminum. Meskipun demikian, jenis racun di dalam asap rokok tetap lebih banyak. Berdasarkan hasil analisa para ahli, di dalam kepulan asap rokok terkandung lebih dari 4.000 macam racun kimia yang berbahaya, dan 43 di antaranya bersifat karsinogenik (pencetus kanker) seperti sianida, tar (partikel karbon) dan nikotin. Sianida atau racun pelumpuh saraf adalah racun mematikan yang biasa digunakan untuk eksekusi hukuman mati dan bom kimia.
Source :
Mas Ahmad Yasa (peminat masalah rokok)
Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi
Alumni FK Universitas Padjadjaran Bandung
http://www.facebook.com/group.php?gid=186940705404
Labels:
Information,
Penyakit
Friday, April 9, 2010
Gejala, Penyebab dan Program Penanggulangan Penyakit Pneunomia
Pnemonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli). Seringkali pnemonia pada anak bersamaan dengan proses infeksi akut pada bronkus (biasa disebut bronchopneumonia).
Gejala penyakit Pneunomia biasanya didahului oleh gejala panas badan meningkat, batuk, disertai napas cepat dan napas sesak, karena paru meradang secara mendadak. Batas napas cepat adalah frekuensi pernapasan sebanyak 50 kali per menit.
Pneumonia yang ada di masyarakat umumnya disebabkan oleh bakteri, virus atau mikoplasma ( bentuk peralihan antara bakteri dan virus ). Bakteri yang umum adalah streptococcus Pneumoniae, Staphylococcus Aureus, Klebsiella Sp, Pseudomonas sp,vlrus misalnya virus influensa.
Pneumonia Berat ditandai dengan adanya batuk dan atau kesukaran bernapas, napas sesak atau penarikan dinding dada sebelah bawah ke dalam pada anak usia 2 bulan sampai kurang dari 5 tahun. Pada anak dibawah 2 tahun, bahaya pneumonie dapat disertai kejang demam yang sangat berbahaya jika tidak mendapat pertolongan yang baik dan benar.
Penanggulangan penyakit Pnemonia menjadi fokus kegiatan program P2ISPA (Pemberantasan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut). Program ini mengupayakan agar istilah Pnemonia lebih dikenal masyarakat, sehingga memudahkan kegiatan penyuluhan dan penyebaran informasi tentang penanggulangan Pnemonia.
Penyakit ISPA diluar pnemonia ini antara lain: batuk-pilek biasa (common cold), pharyngitis, tonsilitis dan otitis. Pharyngitis, tonsilitis dan otitis, tidak termasuk penyakit yang tercakup dalam program ini.
Pneumonia merupakan masalah kesehatan di dunia karena angka kematiannya tinggi, tidak saja dinegara berkembang, tapi juga di negara maju seperti AS, Kanada dan negara-negara Eropah. Di AS misalnya, terdapat dua juta sampai tiga juta kasus pneumonia per tahun dengan jumlah kematian rata-rata 45.000 orang.
Di Indonesia, pneumonia merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah kardiovaskuler dan tuberkulosis. Faktor sosial ekonomi yang rendah mempertinggi angka kematian. Gejala Pneumonia adalah demam, sesak napas, napas dan nadi cepat, dahak berwarna kehijauan atau seperti karet, serta gambaran hasil ronsen memperlihatkan kepadatan pada bagian paru.
Source : Buku Pegangan Penanggulangan Penyakit
Gejala penyakit Pneunomia biasanya didahului oleh gejala panas badan meningkat, batuk, disertai napas cepat dan napas sesak, karena paru meradang secara mendadak. Batas napas cepat adalah frekuensi pernapasan sebanyak 50 kali per menit.
Pneumonia yang ada di masyarakat umumnya disebabkan oleh bakteri, virus atau mikoplasma ( bentuk peralihan antara bakteri dan virus ). Bakteri yang umum adalah streptococcus Pneumoniae, Staphylococcus Aureus, Klebsiella Sp, Pseudomonas sp,vlrus misalnya virus influensa.
Pneumonia Berat ditandai dengan adanya batuk dan atau kesukaran bernapas, napas sesak atau penarikan dinding dada sebelah bawah ke dalam pada anak usia 2 bulan sampai kurang dari 5 tahun. Pada anak dibawah 2 tahun, bahaya pneumonie dapat disertai kejang demam yang sangat berbahaya jika tidak mendapat pertolongan yang baik dan benar.
Penanggulangan penyakit Pnemonia menjadi fokus kegiatan program P2ISPA (Pemberantasan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut). Program ini mengupayakan agar istilah Pnemonia lebih dikenal masyarakat, sehingga memudahkan kegiatan penyuluhan dan penyebaran informasi tentang penanggulangan Pnemonia.
Penyakit ISPA diluar pnemonia ini antara lain: batuk-pilek biasa (common cold), pharyngitis, tonsilitis dan otitis. Pharyngitis, tonsilitis dan otitis, tidak termasuk penyakit yang tercakup dalam program ini.
Pneumonia merupakan masalah kesehatan di dunia karena angka kematiannya tinggi, tidak saja dinegara berkembang, tapi juga di negara maju seperti AS, Kanada dan negara-negara Eropah. Di AS misalnya, terdapat dua juta sampai tiga juta kasus pneumonia per tahun dengan jumlah kematian rata-rata 45.000 orang.
Di Indonesia, pneumonia merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah kardiovaskuler dan tuberkulosis. Faktor sosial ekonomi yang rendah mempertinggi angka kematian. Gejala Pneumonia adalah demam, sesak napas, napas dan nadi cepat, dahak berwarna kehijauan atau seperti karet, serta gambaran hasil ronsen memperlihatkan kepadatan pada bagian paru.
Source : Buku Pegangan Penanggulangan Penyakit
Labels:
Information,
Penyakit
Gejala dan Pencegahan Penyakit Hepatitis
Peradangan hati (liver) umumnya disebut "Hepatitis" dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyakit hepatitis dapat disebabkan oleh berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional.
Penyakit hepatitis sering ditandai dengan kulit dan bagian putih mata yang berwarna kekuningan. Oleh karena itu penyakit hepatitis sering disebut penyakit kuning. Penyakit kuning biasanya berhubungan dengan kelainan pada hati, darah, atau limpa.
Terdapat beberapa jenis penyakit hepatitis, yaitu hepatitis A, hepatitis B, C, D, E, F dan G. Penampilan penyakit hepatitis akibat virus bisa akut ( hepatitis A ) dapat pula kronik ( hepatitis B,C ) dan adapula yang kemudian menjadi kanker hati ( hepatitis B dan C ).
Pada tulisan ini, hanya dipaparkan penyakit hepatitis type virus A, dan B saja. Penyakit hepatitis A seringkali didapatkan pada anak-anak dan tidak menimbulkan gejala, sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam, diare, mual, nyeri perut, mata kuning dan hilangnya nafsu makan. Gejala hilang sama sekali setelah 6-12 minggu. Orang yang terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut dan tidak berlanjut manjadi khronik. Penularan bisa terjadi melalui makanan atau minuman yang tercemar kotoran penderita.
Penyakit Hepatitis B memiliki gejala mirip hepatitis A, mirip flu, yaitu hilangnya nafsu makan, mual, muntah, rasa lelah, mata kuning dan muntah serta demam. Penularan dapat melalui jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah dan gigitan manusia.
Saat ini banyak dikembangkan imunisassi untuk mencegah terjangkitnya penyakit hepatitis. Namun langkah Pencegahan Penyakit Hepatitis yang paling ampuh untuk mencegah hepatitis adalah dengan melaksanakan gaya hidup bersih dan sehat, Makan makanan yang bersih dan tidak tercemar, cuci tangan sebelum dan sesudah makan.
Source : Buku Pegangan Penanggulangan Penyakit
Penyakit hepatitis sering ditandai dengan kulit dan bagian putih mata yang berwarna kekuningan. Oleh karena itu penyakit hepatitis sering disebut penyakit kuning. Penyakit kuning biasanya berhubungan dengan kelainan pada hati, darah, atau limpa.
Terdapat beberapa jenis penyakit hepatitis, yaitu hepatitis A, hepatitis B, C, D, E, F dan G. Penampilan penyakit hepatitis akibat virus bisa akut ( hepatitis A ) dapat pula kronik ( hepatitis B,C ) dan adapula yang kemudian menjadi kanker hati ( hepatitis B dan C ).
Pada tulisan ini, hanya dipaparkan penyakit hepatitis type virus A, dan B saja. Penyakit hepatitis A seringkali didapatkan pada anak-anak dan tidak menimbulkan gejala, sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam, diare, mual, nyeri perut, mata kuning dan hilangnya nafsu makan. Gejala hilang sama sekali setelah 6-12 minggu. Orang yang terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut dan tidak berlanjut manjadi khronik. Penularan bisa terjadi melalui makanan atau minuman yang tercemar kotoran penderita.
Penyakit Hepatitis B memiliki gejala mirip hepatitis A, mirip flu, yaitu hilangnya nafsu makan, mual, muntah, rasa lelah, mata kuning dan muntah serta demam. Penularan dapat melalui jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah dan gigitan manusia.
Saat ini banyak dikembangkan imunisassi untuk mencegah terjangkitnya penyakit hepatitis. Namun langkah Pencegahan Penyakit Hepatitis yang paling ampuh untuk mencegah hepatitis adalah dengan melaksanakan gaya hidup bersih dan sehat, Makan makanan yang bersih dan tidak tercemar, cuci tangan sebelum dan sesudah makan.
Source : Buku Pegangan Penanggulangan Penyakit
Labels:
Information,
Penyakit
Penyebab, Gejala, dan Akibat Penularan HIV dan AIDS
Penyakit HIV AIDS sering dikaitkan dengan perilaku sex yang salah, hal ini karena awalnya penyakit ini dijumpai pada mereka yang melakukan praktek homoseksual, namun lama kelamaan, penyakit ini mulai banyak mengenai para pengguna narkoba melalui alat suntik yang mereka pakai. AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah penyakit yang mengakibatkan hilangnya kekebalan tubuh untuk mencegah terjadinya infeksi penyakit. Penyakit AIDS disebabkan oleh Virus Human Immunodeficiency (HIV) yang terjadinya penurunan kekebalan tubuh pada manusia.
HIV hanya dapat ditularkan melalui kontak langsung melalui darah atau cairan tubuh dari seseorang yang terinfeksi virus ini. Proses dari waktu terinfeksi HIV hingga menjadi penyakit AIDS berlangsung cukup lama. Keadaan ini disebut masa inkubasi, yang berlangsung antara 5 atau bahkan 10 tahun lamanya. Pada periode ini, orang dewasa yang terinfeksi HIV Termasuk dalam perilaku hidup beresiko adalah kebiasaan buruk menggunakan jarum suntik akibat ketergantungan narkoba atau napza dan berganti-ganti pasangan seksual tanpa pengaman.
Para remaja dan orang dewasa muda yang terinfeksi HIV biasa tidak menunjukkan tanda-tanda/ gejala-gejala pada saat mereka terinfeksi. Bahkan, terkadang gejala-gejalanya baru kelihatan setelah 10 tahun atau lebih. Selama masa tersebut, mereka dapat menularkan virus tanpa mereka sendiri mengetahui bahwa mereka mengidap virus tersebut. Segera setelah gejala AIDS terlihat, penderita dapat kehilangan berat badan secara drastis, sangat mudah merasa kelelahan, mengalami pembengkakan limpa, diare berkepanjangan, berkeringat di malam hari, atau pneumonia. Akibatnya gejala AIDS ini mereka juga akan sangat rentan terkena infeksi yang dapat mengancam hidup mereka.
AWAS BAHAYA HIV AIDS.
JANGAN MEMULAI DENGAN PERILAKU SEX YANG SALAH
ATAUPUN MENGGUNAKAN NARKOBA.
Source : Buku Pegangan Penanggulangan Penyakit
HIV hanya dapat ditularkan melalui kontak langsung melalui darah atau cairan tubuh dari seseorang yang terinfeksi virus ini. Proses dari waktu terinfeksi HIV hingga menjadi penyakit AIDS berlangsung cukup lama. Keadaan ini disebut masa inkubasi, yang berlangsung antara 5 atau bahkan 10 tahun lamanya. Pada periode ini, orang dewasa yang terinfeksi HIV Termasuk dalam perilaku hidup beresiko adalah kebiasaan buruk menggunakan jarum suntik akibat ketergantungan narkoba atau napza dan berganti-ganti pasangan seksual tanpa pengaman.
Para remaja dan orang dewasa muda yang terinfeksi HIV biasa tidak menunjukkan tanda-tanda/ gejala-gejala pada saat mereka terinfeksi. Bahkan, terkadang gejala-gejalanya baru kelihatan setelah 10 tahun atau lebih. Selama masa tersebut, mereka dapat menularkan virus tanpa mereka sendiri mengetahui bahwa mereka mengidap virus tersebut. Segera setelah gejala AIDS terlihat, penderita dapat kehilangan berat badan secara drastis, sangat mudah merasa kelelahan, mengalami pembengkakan limpa, diare berkepanjangan, berkeringat di malam hari, atau pneumonia. Akibatnya gejala AIDS ini mereka juga akan sangat rentan terkena infeksi yang dapat mengancam hidup mereka.
AWAS BAHAYA HIV AIDS.
JANGAN MEMULAI DENGAN PERILAKU SEX YANG SALAH
ATAUPUN MENGGUNAKAN NARKOBA.
Source : Buku Pegangan Penanggulangan Penyakit
Labels:
Information,
Penyakit
Rokok, Menyebabkan Penyakit bahkan Kematian
Nyeri hebat sekali di dada kiri yang terasa seperti tembus hingga ke punggung kiri, itulah gejala awal serangan jantung koroner. Penyakit jantung koroner terjadi akibat nikotin mencetuskan sumbatan di dalam saluran darah pada dinding jantung yang disebut pembuluh darah arteri koronaria (koroner). Bila serangannya berat sekali dan terlambat diberi pengobatan, penderita bisa langsung meninggal saat itu juga. Namun meskipun penderita ini berhasil ditolong, serangan serupa suatu saat bisa datang lagi dan terus berulang secara mendadak. Operasi jantung adalah pilihan untuk melepaskan diridari ancaman kematian ini.
Penderita jantung koroner akibat rokok ini ternyata tidak hanya menyerang orang yang berusia lanjut, tetapi bisa juga menimpa orang yang berusia 30 tahunan. Hal ini wajar saja, karena sebagian besar perokok mulai merokok sejak usia belasan tahun. Tidak sedikit pasien yang menjalani operasi jantung koroner usianya baru 30-an tahun. Terkadang ada yang akhirnya meninggal ketika operasi atau pascaoperasi karena komplikasi penyakitnya yang terlalu parah.
Di samping itu, rokok juga dapat mencetuskan stroke pada otak dan berbagai penyakit kanker, terutama
kanker paru-paru serta kanker organ pernapasan lainnya. Hampir semua penderita kanker paru-paru adalah perokok, demikian pula hampir semua penderita impotensi (lemah syahwat pria) adalah perokok. Kanker adalah penyakit yang mengerikan, sama mengerikannya dengan AIDS. Bila penderita kanker tidak segera ditangani, umumnya hanya bisa bertahan hidup sekitar enam bulan hingga 12 bulan, setelah itu kemudian meninggal kecuali bila Tuhan menghendaki lain.
Fakta membuktikan bahwa merokok tidak hanya menyebabkan penyakit, tetapi bahkan dapat menyebabkan kematian. Berdasarkan data statistik, jenis penyakit serta jumlah kematian akibat rokok selama tahun 1990 di Amerika Serikat (dibulatkan dalam ribuan orang) adalah sebagai berikut:
1) Kanker paru-paru 120.000,
2) Penyakit paru-paru kronis 65.000,
3) Penyakit jantung koroner 99.000,
4) Penyakit lainnya 80.000,
5) Kanker 31.000,
6) Stroke 23.000 orang.
Hal yang lebih mengejutkan, menurut laporan Departemen Kesehatan Amerika Serikat bahwa penyebab tertinggi kasus kematian dalam setiap tahun di Amerika Serikat ternyata penyakit akibat merokok. Urutan dari tujuh penyebab kasus kematian terbanyak di Amerika Serikat yang dikutip dari laporan kematian tahunan (Comparative Causes Of Annual Deaths) selama tahun 2000 dari United States Department of Health and Human Services, Centers for Disease Control (dibulatkan dalam ribuan) adalah sebagai berikut:
1) Penyakit akibat merokok 430.000,
2) Minuman keras 81.000,
3) Kecelakaan lalu-lintas 41.000,
4) Pembunuhan 30.000,
5) Bunuh diri 19.000,
6) AIDS 17.000,
7) Penyalahgunaan obat 14.000 orang.
Dari gambaran data ini, tampak bahwa di negara yang menghalalkan minuman keras pun, kematian akibat merokok (430 ribu) jauh lebih besar dari kematian akibat minuman keras (81 ribu). Kematian akibat merokok di Amerika Serikat hampir enam kali lebih besar daripada kematian akibat minuman keras.
Uniknya, bahaya asap rokok ini tidak hanya menimpa perokok, tapi dapat membahayakan kepada siapa saja yang tidak sengaja sering menghisap kepulan asap rokok di udara. Inilah yang disebut perokok pasif.
Dia tidak merokok tetapi akibat asap rokok sering terhisap olehnya, maka dia pun akan berpotensi mendapatkan bahaya yang sama seperti perokok. Bahkan anak atau istri yang sering berdekatan dengan ayah
atau suaminya yang merokok juga bisa menjadi perokok pasif.
Bila perokok pasif ini seorang penderita penyakit asma, maka penyakit asmanya bisa kambuh ketika tak sengaja menghisap asap rokok. Demikian pula penderita alergi hidung (Rhinitis alergica), penyakitnya akan langsung kambuh, bersin-bersin dan hidung berlendir ketika asap rokok terhisap olehnya. Oleh karena itu, bila Anda sedang merokok kemudian di sekitar Anda tiba-tiba ada yang batuk, sesak napas ataupun bersin-bersin, segeralah matikan rokok Anda. Kasihanilah dia, karena dia menderita akibat perbuatan Anda.
Di Amerika Serikat diketahui ada sekitar 70.000 wanita meninggal setiap tahun akibat menjadi perokok pasif.
Penyakit yang diderita umumnya berbagai macam kanker akibat asap rokok. Dari jumlah itu, 30.000 orang di
antaranya mengidap kanker paru-paru. Data lainnya menyatakan, setiap tahun ada sekitar 250.000 anak usia
kurang dari 18 bulan di Amerika Serikat menderita penyakit paru-paru yang juga akibat menjadi perokok
pasif.
Di samping itu, bila asap rokok sering terhisap oleh wanita hamil maka janin yang dikandungnya akan berpeluang mengalami: hambatan pertumbuhan atau Intra Uterine Fetal Restriction (IUGR), plasenta menutupi pintu rahim (plasenta previa), kehamilan di luar kandungan (ectopic pregnancy), berat bayi lahir rendah (small
for gestational age), kematian janin di dalam kandungan (intra uterine fetal death) serta berpeluang menderita
penyakit kencing manis (diabetes melitus) ketika bayinya kelak dewasa atau bahkan berpeluang menjadi anak yang mengalami keterbelakangan mental (mental retardation).
Temuan tersebut merupakan peringatan bagi kaum wanita - khususnya yang sedang hamil - serta anak-anak agar jangan mendekati orang yang sedang merokok. Sebaliknya, para perokok janganlah mendekati wanita hamil dan anak-anak, lindungilah mereka. Terlebih lagi wanita perokok, ia harus berpikir dua kali karena selain berisiko menderita penyakit jantung dan paru-paru, juga bisa terserang kanker payudara, kanker leher rahim, dll.
Source :
Mas Ahmad Yasa (peminat masalah rokok)
Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi
Alumni FK Universitas Padjadjaran Bandung
http://www.facebook.com/group.php?gid=186940705404
Penderita jantung koroner akibat rokok ini ternyata tidak hanya menyerang orang yang berusia lanjut, tetapi bisa juga menimpa orang yang berusia 30 tahunan. Hal ini wajar saja, karena sebagian besar perokok mulai merokok sejak usia belasan tahun. Tidak sedikit pasien yang menjalani operasi jantung koroner usianya baru 30-an tahun. Terkadang ada yang akhirnya meninggal ketika operasi atau pascaoperasi karena komplikasi penyakitnya yang terlalu parah.
Di samping itu, rokok juga dapat mencetuskan stroke pada otak dan berbagai penyakit kanker, terutama
kanker paru-paru serta kanker organ pernapasan lainnya. Hampir semua penderita kanker paru-paru adalah perokok, demikian pula hampir semua penderita impotensi (lemah syahwat pria) adalah perokok. Kanker adalah penyakit yang mengerikan, sama mengerikannya dengan AIDS. Bila penderita kanker tidak segera ditangani, umumnya hanya bisa bertahan hidup sekitar enam bulan hingga 12 bulan, setelah itu kemudian meninggal kecuali bila Tuhan menghendaki lain.
Fakta membuktikan bahwa merokok tidak hanya menyebabkan penyakit, tetapi bahkan dapat menyebabkan kematian. Berdasarkan data statistik, jenis penyakit serta jumlah kematian akibat rokok selama tahun 1990 di Amerika Serikat (dibulatkan dalam ribuan orang) adalah sebagai berikut:
1) Kanker paru-paru 120.000,
2) Penyakit paru-paru kronis 65.000,
3) Penyakit jantung koroner 99.000,
4) Penyakit lainnya 80.000,
5) Kanker 31.000,
6) Stroke 23.000 orang.
Hal yang lebih mengejutkan, menurut laporan Departemen Kesehatan Amerika Serikat bahwa penyebab tertinggi kasus kematian dalam setiap tahun di Amerika Serikat ternyata penyakit akibat merokok. Urutan dari tujuh penyebab kasus kematian terbanyak di Amerika Serikat yang dikutip dari laporan kematian tahunan (Comparative Causes Of Annual Deaths) selama tahun 2000 dari United States Department of Health and Human Services, Centers for Disease Control (dibulatkan dalam ribuan) adalah sebagai berikut:
1) Penyakit akibat merokok 430.000,
2) Minuman keras 81.000,
3) Kecelakaan lalu-lintas 41.000,
4) Pembunuhan 30.000,
5) Bunuh diri 19.000,
6) AIDS 17.000,
7) Penyalahgunaan obat 14.000 orang.
Dari gambaran data ini, tampak bahwa di negara yang menghalalkan minuman keras pun, kematian akibat merokok (430 ribu) jauh lebih besar dari kematian akibat minuman keras (81 ribu). Kematian akibat merokok di Amerika Serikat hampir enam kali lebih besar daripada kematian akibat minuman keras.
Uniknya, bahaya asap rokok ini tidak hanya menimpa perokok, tapi dapat membahayakan kepada siapa saja yang tidak sengaja sering menghisap kepulan asap rokok di udara. Inilah yang disebut perokok pasif.
Dia tidak merokok tetapi akibat asap rokok sering terhisap olehnya, maka dia pun akan berpotensi mendapatkan bahaya yang sama seperti perokok. Bahkan anak atau istri yang sering berdekatan dengan ayah
atau suaminya yang merokok juga bisa menjadi perokok pasif.
Bila perokok pasif ini seorang penderita penyakit asma, maka penyakit asmanya bisa kambuh ketika tak sengaja menghisap asap rokok. Demikian pula penderita alergi hidung (Rhinitis alergica), penyakitnya akan langsung kambuh, bersin-bersin dan hidung berlendir ketika asap rokok terhisap olehnya. Oleh karena itu, bila Anda sedang merokok kemudian di sekitar Anda tiba-tiba ada yang batuk, sesak napas ataupun bersin-bersin, segeralah matikan rokok Anda. Kasihanilah dia, karena dia menderita akibat perbuatan Anda.
Di Amerika Serikat diketahui ada sekitar 70.000 wanita meninggal setiap tahun akibat menjadi perokok pasif.
Penyakit yang diderita umumnya berbagai macam kanker akibat asap rokok. Dari jumlah itu, 30.000 orang di
antaranya mengidap kanker paru-paru. Data lainnya menyatakan, setiap tahun ada sekitar 250.000 anak usia
kurang dari 18 bulan di Amerika Serikat menderita penyakit paru-paru yang juga akibat menjadi perokok
pasif.
Di samping itu, bila asap rokok sering terhisap oleh wanita hamil maka janin yang dikandungnya akan berpeluang mengalami: hambatan pertumbuhan atau Intra Uterine Fetal Restriction (IUGR), plasenta menutupi pintu rahim (plasenta previa), kehamilan di luar kandungan (ectopic pregnancy), berat bayi lahir rendah (small
for gestational age), kematian janin di dalam kandungan (intra uterine fetal death) serta berpeluang menderita
penyakit kencing manis (diabetes melitus) ketika bayinya kelak dewasa atau bahkan berpeluang menjadi anak yang mengalami keterbelakangan mental (mental retardation).
Temuan tersebut merupakan peringatan bagi kaum wanita - khususnya yang sedang hamil - serta anak-anak agar jangan mendekati orang yang sedang merokok. Sebaliknya, para perokok janganlah mendekati wanita hamil dan anak-anak, lindungilah mereka. Terlebih lagi wanita perokok, ia harus berpikir dua kali karena selain berisiko menderita penyakit jantung dan paru-paru, juga bisa terserang kanker payudara, kanker leher rahim, dll.
Source :
Mas Ahmad Yasa (peminat masalah rokok)
Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi
Alumni FK Universitas Padjadjaran Bandung
http://www.facebook.com/group.php?gid=186940705404
Labels:
Penyakit
Monday, March 29, 2010
Gejala, Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Skabies / Scabies
Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh kutu / tungau / mite (Sarcoptes scabei). Kutu ini berukuran sangat kecil dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop. Penyakit Scabies ini juga mudah menular dari manusia ke manusia , dari hewan ke manusia dan sebaliknya. Scabies mudah menyebar baik secara langsung melalui sentuhan langsung dengan penderita maupun secara tak langsung melalui baju, seprei, handuk, bantal, air yang masih terdapat kutu Sarcoptesnya.
Gejala Penyakit Scabies ditandai dengan rasa gatal yang sangat pada bagian kulit seperti sela-sela jari, siku, selangkangan. Rasa gatal ini menyebabkan penderita scabies menggaruk kulit bahkan bisa menimbulkan luka dan infeksi yang berbau anyir. Rasa gatal tersebut akibat kaki sarcoptes dibawah kulit yang bergerak membuat lubang dibawah permukaan kulit.
Penyebab Penyakit Scabies adalah kondisi kebersihan yang kurang terjaga, sanitasi yang buruk, kurang gizi, dan kondisi ruangan terlalu lembab dan kurang mendapat sinar matahari secara langsung. Penyakit kulit scabies menular dengan cepat pada suatu komunitas yang tinggal bersama sehingga dalam pengobatannya harus dilakukan secara serentak dan menyeluruh pada semua orang dan lingkungan pada komunitas yang terserang scabies, karena apabila dilakukan pengobatan secara individual maka akan mudah tertular kembali penyakit scabies.
Gejala Penyakit Scabies ditunjukkan dengan warna merah, iritasi dan rasa gatal pada kulit yang umumnya muncul di sela-sela jari, siku, selangkangan, dan lipatan paha. betina. Gejala lainnya muncul gelembung berair pada kulit. gejala lain adalah munculnya garis halus yang berwarna kemerahan di bawah kulit yang merupakan terowongan yang digali Sarcoptes.
Dokter biasanya memastikan penyakit scabies dengan menemukan terowongan bawah kulit dan terdapat kutu atau telur sarcoptes pada pemeriksaan kerokan kulit.
Pencegahan Penyakit Scabies yang paling utama adalah menjaga kebersihan badan dengan mandi secara teratur, menjemur kasur, bantal dan sprei secara teratur serta menjaga lingkungan di dalam rumah agar tetap mendapat sinar matahari yang cukup, tidak lembab, dan selalu dalam keadaan bersih.
Tindakan yang sangat penting untuk pengobatan penyakit scabies ini adalah memutus mata rantai penularan. Sehingga pengobatan penyakit scabies biasanya dilakukan secara masal agar mata rantai penularan dapat dibasmi secara cepat dan tuntas.
Gejala Penyakit Scabies ditandai dengan rasa gatal yang sangat pada bagian kulit seperti sela-sela jari, siku, selangkangan. Rasa gatal ini menyebabkan penderita scabies menggaruk kulit bahkan bisa menimbulkan luka dan infeksi yang berbau anyir. Rasa gatal tersebut akibat kaki sarcoptes dibawah kulit yang bergerak membuat lubang dibawah permukaan kulit.
Penyebab Penyakit Scabies adalah kondisi kebersihan yang kurang terjaga, sanitasi yang buruk, kurang gizi, dan kondisi ruangan terlalu lembab dan kurang mendapat sinar matahari secara langsung. Penyakit kulit scabies menular dengan cepat pada suatu komunitas yang tinggal bersama sehingga dalam pengobatannya harus dilakukan secara serentak dan menyeluruh pada semua orang dan lingkungan pada komunitas yang terserang scabies, karena apabila dilakukan pengobatan secara individual maka akan mudah tertular kembali penyakit scabies.
Gejala Penyakit Scabies ditunjukkan dengan warna merah, iritasi dan rasa gatal pada kulit yang umumnya muncul di sela-sela jari, siku, selangkangan, dan lipatan paha. betina. Gejala lainnya muncul gelembung berair pada kulit. gejala lain adalah munculnya garis halus yang berwarna kemerahan di bawah kulit yang merupakan terowongan yang digali Sarcoptes.
Dokter biasanya memastikan penyakit scabies dengan menemukan terowongan bawah kulit dan terdapat kutu atau telur sarcoptes pada pemeriksaan kerokan kulit.
Pencegahan Penyakit Scabies yang paling utama adalah menjaga kebersihan badan dengan mandi secara teratur, menjemur kasur, bantal dan sprei secara teratur serta menjaga lingkungan di dalam rumah agar tetap mendapat sinar matahari yang cukup, tidak lembab, dan selalu dalam keadaan bersih.
Tindakan yang sangat penting untuk pengobatan penyakit scabies ini adalah memutus mata rantai penularan. Sehingga pengobatan penyakit scabies biasanya dilakukan secara masal agar mata rantai penularan dapat dibasmi secara cepat dan tuntas.
Labels:
Penyakit
Pencegahan Penyakit Flu Burung
Penyakit Flu Burung atau avian influenza adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza A sub type H5N1 (H=Haemagglutinin type 5, N= Neuromidase) yang menyerang burung / unggas / ayam. Penyakit Flu Burung dapat menular dari burung/ unggas ke burung/ unggas dan dari burung/ unggas ke manusia.
Angka kematian yang tinggi akibat Penyakit Flu Burung menyebabkan kita harus melakukan upaya yang serius agar terhindar dari Penyakit Flu Burung yang meluas dengan sangat cepat.
Penyakit Flu Burung ditandai dengan gejala yang sering dijumpai seperti: Demam lebih dari 38°C, batuk dan nyeri tenggorokan, pilek, sakit kepala, nyeri otot, infeksi selaput mata, diare atau gangguan saluran cerna.
Gejala sesak adalah pertanda adanya kelainan saluran nafas bawah dan memungkinkan memburuknya kondisi pasien Penyakit Flu Burung. Kelompok yang perlu diwaspadai dan berisiko terkena Penyakit Flu Burung adalah:
Angka kematian yang tinggi akibat Penyakit Flu Burung menyebabkan kita harus melakukan upaya yang serius agar terhindar dari Penyakit Flu Burung yang meluas dengan sangat cepat.
Penyakit Flu Burung ditandai dengan gejala yang sering dijumpai seperti: Demam lebih dari 38°C, batuk dan nyeri tenggorokan, pilek, sakit kepala, nyeri otot, infeksi selaput mata, diare atau gangguan saluran cerna.
Gejala sesak adalah pertanda adanya kelainan saluran nafas bawah dan memungkinkan memburuknya kondisi pasien Penyakit Flu Burung. Kelompok yang perlu diwaspadai dan berisiko terkena Penyakit Flu Burung adalah:
- Kontak erat dengan pasien yang diduga terinfeksi.
- Memegang, memotong, mengolah ternak ayam, burung/ unggas.
- Makan produk unggas mentah atau tidak dimasak sempurna.
- Petugas yang bekerja di Laboratorium
- Mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir sesudah dan sebelum melakukan pekerjaan.
- Melaksanakan kebersihan lingkungan
- Melakukan kebersihan diri
- Menggunakan pelindung (masker, sepatu khusus, baju khusus, kacamata khusus) setiap melakukan pekerjaan mengolah bahan yang berasal dart saluran cerna unggas
- Mencuci alat alat yang dipergunakan di peternakan setiap selesai melakukan pekerjaan.
- Mengkonsumsi daging ayam yang telah dimasak sempurna.
Labels:
Penyakit
Tanda-tanda dan Pertolongan Terhadap Patah Tulang
Berikut ini artikel informasi kesehatan mengenai Patah Tulang (Fracture / fraktur), Tanda-tanda dan Tindakan Pertolongan untuk anda :
Fracture (Fraktur) adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang / tulang rawan, bisa lengkap maupun tidak lengkap. Jenis fraktur ditentukan oleh garis frakturnya, bisa sederhana, sebagian atau multifragment.
Fraktur dapat disebabkan oleh trauma langsung/ tidak langsung, tekanan yang lama atau lemahaya tulang.
Jika kulit di atasnya utuh disebut fraktur tertutup dan bila terdapat luka pada kulit sehingga nampak tulang yang patah maka disebut fraktur terbuka
Bagaima tanda tanda adanya fraktur?
Tanda fraktur biasanya mudah dikenali dari keluhan nyeri yang sangat pada daerah fraktur, nyeri yang sangat bisa menyebabkan terjadinya syok. Disamping rasa nyeri, tanda yang mudah diamati adalah terbatasnya gerakan, atau arah gerakan persendian atau bentuk yang tidak lazim pada sekitar fraktur, dan adanya suara suara gesekan antar tulang. Patah tulang bisa terbuka atau tertutup.Foto rontgen membantu untuk mengetahui lokasi, dan jenis frakturnya.
Apa yang dilakukan untuk menolong orang dengan patah tulang?
Terdapat 3 prinsip dalam pertolongan penderita patah tulang:
Fracture (Fraktur) adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang / tulang rawan, bisa lengkap maupun tidak lengkap. Jenis fraktur ditentukan oleh garis frakturnya, bisa sederhana, sebagian atau multifragment.
Fraktur dapat disebabkan oleh trauma langsung/ tidak langsung, tekanan yang lama atau lemahaya tulang.
Jika kulit di atasnya utuh disebut fraktur tertutup dan bila terdapat luka pada kulit sehingga nampak tulang yang patah maka disebut fraktur terbuka
Bagaima tanda tanda adanya fraktur?
Tanda fraktur biasanya mudah dikenali dari keluhan nyeri yang sangat pada daerah fraktur, nyeri yang sangat bisa menyebabkan terjadinya syok. Disamping rasa nyeri, tanda yang mudah diamati adalah terbatasnya gerakan, atau arah gerakan persendian atau bentuk yang tidak lazim pada sekitar fraktur, dan adanya suara suara gesekan antar tulang. Patah tulang bisa terbuka atau tertutup.Foto rontgen membantu untuk mengetahui lokasi, dan jenis frakturnya.
Apa yang dilakukan untuk menolong orang dengan patah tulang?
Terdapat 3 prinsip dalam pertolongan penderita patah tulang:
- Reposisi, yaitu mengembalikan letak keposisi yang normal.
- Immobilisasi, yaitu mengusahakan agar dua permukaan tulang yang patah dan telah dikembalikan dapat tetap saling bertemu dan tidak bergerak gerak untuk mempercepat penyembungan alami.
- Rehabilitasi, yaitu memperbaiki posisi dengan melakukan intervensi tindakan. Hal ini harus dilakukan oleh tenaga yang ahli dan memiliki kompetensi.
- Kenali ciri awal patah tulang dengan memperhatikan riwayat trauma yang terjadi karena benturan, terjatuh atau tertimpa benda keras yang menjadi alasan kuat pasien mengalami patah tulang. Biasanya, pasien akan mengalami rasa nyeri yang amat sangat dan bengkak hingga terjadinya perubahan bentuk yang kelihatannya tidak wajar (seperti; membengkok atau memuntir).
- Jika ditemukan luka yang terbuka, bersihkan dengan zat / cairan antiseptik dan usahakan untuk menghentikan pendarahan dengan dibebat atau ditekan dengan perban atau kain bersih.
- Lakukan reposisi (pengembalian tulang yang berubah ke posisi semula) namun hal ini tidak boleh dilakukan secara paksa dan sebaiknya dilakukan oleh para ahli atau yang sudah biasa melakukannya.
- Pertahankan daerah patah tulang dengan menggunakan bidai / papan dari kedua nisi tulang yang patah untuk menyangga agar posisinya tetap stabil.
Labels:
Penyakit
Gejala, dan Pencegahan Penyakit Anemia
Penyakit anemia adalah suatu penyakit suatu kondisi turunnya kadar sel darah merah (Hemoglobin) dalam darah yang normal pada wanita sekitar 12 mg/ dl dan 14 mg/ dl pada laki laki. Berkurangnya sel darah merah sangat membahayakan tubuh oleh karena sel darah merah berfungsi sebagai sarana transportasi zat gizi dan oksigen yang diperlukan jaringan tubuh.
Berkurangnya sel darah merah dapat terjadi akibat keadaan tertentu seperti perdarahan, gangguan pembentukan sel darah merah, berkurangnya asupan gizi, terutama zat besi, dan lain lain.
Apakah gejala anemia?
Gejala awal anemia kurang zat besi adalah keluhan badan lemah, lelah, kurang energi, kurang nafsu makan, daya konsentrasi menurun, sakit kepala, pandangan sering berkunang-kunang terutama dari keadaan duduk kemudian berdiri. Tanda lainnya adalah kelopak mata, wajah, ujung jari dan bibir biasanya tampak pucat.
Bagaimana mencegah anemia?
Pencegahan yang terbaik adalah sebelum terjadi anemia, yaitu dengan menjaga agar dalam tubuh tersedia cukup zat besi untuk pembentukan sel darah merah. Zat besi banyak dikandung dalam makanan baik hewan, sayuran dan buah buahan, seperti: hati, daging, telur, ikan, kentang, beras merah, kacang kacangan, apel, jambu, pepaya, dan lain lain. Keseimbangan asupan gizi sangat diperlukan untuk menjaga agar tidak terkena anemia.
Berkurangnya sel darah merah dapat terjadi akibat keadaan tertentu seperti perdarahan, gangguan pembentukan sel darah merah, berkurangnya asupan gizi, terutama zat besi, dan lain lain.
Apakah gejala anemia?
Gejala awal anemia kurang zat besi adalah keluhan badan lemah, lelah, kurang energi, kurang nafsu makan, daya konsentrasi menurun, sakit kepala, pandangan sering berkunang-kunang terutama dari keadaan duduk kemudian berdiri. Tanda lainnya adalah kelopak mata, wajah, ujung jari dan bibir biasanya tampak pucat.
Bagaimana mencegah anemia?
Pencegahan yang terbaik adalah sebelum terjadi anemia, yaitu dengan menjaga agar dalam tubuh tersedia cukup zat besi untuk pembentukan sel darah merah. Zat besi banyak dikandung dalam makanan baik hewan, sayuran dan buah buahan, seperti: hati, daging, telur, ikan, kentang, beras merah, kacang kacangan, apel, jambu, pepaya, dan lain lain. Keseimbangan asupan gizi sangat diperlukan untuk menjaga agar tidak terkena anemia.
Labels:
Penyakit
4 Faktor yang Mempengaruhi Derajat Kesehatan Masyarakat
"Health is not everything but without health everything is nothing"Slogan di atas sangatlah tepat untuk menjadi cerminan perilaku kita sehari hari, karena betapa ruginya kita semua jika dalam keadaan sakit. Waktu produktif kita menjadi berkurang, belum lagi biaya berobat yang semakin mahal menjadi beban bagi keluarga dan sanak saudara kita.
Menurut Hendrick L. Blumm, terdapat 4 faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat, yaitu: faktor
- Perilaku
- Lingkungan
- Keturunan
- Pelayanan Kesehatan.
Dari ke 4 faktor di atas ternyata pengaruh perilaku cukup besar diikuti oleh pengaruh faktor lingkungan, pelayanan kesehatan dan keturunan. Ke empat faktor di atas sangat berkaitan dan saling mempengaruhi.
Perilaku sehat akan menunjang meningkatnya derajat kesehatan, hal ini dapat dilihat dari banyaknya penyakit berbasis perilaku dan gaya hidup. Kebiasaan pola makan yang sehat dapat menghindarkan diri kita dari banyak penyakit, diantaranya penyakit jantung, darah tinggi, stroke, kegemukan, diabetes mellitus dan lain lain. Perilaku / kebiasaan mencuci tangan sebelum makan juga dapat menghindarkan kita dari penyakit saluran cerna seperti mencret mencret dan lainnya.
Saat ini pemerintah telah berusaha memenuhi 3 aspek yang sangat terkait dengan upaya pelayanan kesehatan, yaitu upaya memenuhi ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan dengan membangun Puskesmas, Pustu, Bidan Desa, Pos Obat Desa, dan jejaring lainnya. Pelayanan rujukan juga ditingkatkan dengan munculnya rumah sakit rumah sakit baru di setiap kabupaten / kota.
Upaya meningkatkan akses ke fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat secara langsung juga dipermudah dengan adanya program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) bagi masyarakat kurang mampu. Program ini berjalan secara sinergi dengan program pemerintah lainnya seperti Program bantuan langsung tunai (BLT), Wajib Belajar dan lain lain.
Untuk menjamin agar fasilitas pelayanan kesehatan dapat memberi pelayanan yang efektif bagi masyarakat, maka pemerintah melaksanakan program jaga mutu. Untuk pelayanan di rumah sakit program jaga mutu dilakukan dengan melaksanakan akreditasi rumah sakit.
Ke 4 faktor yang Mempengaruhi Derajat Kesehatan Masyarakat di atas tidak berdiri sendiri sendiri, namun saling berpengaruh. Oleh karena itu upaya pembangunan harus dilaksanakan secara simultan dan saling mendukung. Upaya kesehatan yang dilaksanakan harus bersifat komprehensif, hal ini berarti bahwa upaya kesehatan harus mencakup upaya preventif / promotif, kuratif, dan rehabilitatif.
Dengan berbagai upaya di atas, diharapkan peran pemerintah sebagai pembuat regulasi, dan pelaksana pembangunan dapat dilaksanakan untuk meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat.
Labels:
Penyakit
Mencegah dan Mengobati Penyakit Diare / Muntaber (Muntah Berak)
Diare (muntah berak) merupakan keadaan dimana seseorang mencret-mencret (buang air) berkali-kali dan kadang-kadang muntah. Kadang-kadang tinjanya juga mengandung darah atau lendir. Diare menyebabkan cairan tubuh terkuras keluar melalui tinja.
Bila Penderita Penyakit Diarebanyak sekali kehilangan cairan tubuh maka hal ini dapat menyebabkan kematian, terutama pada bayi dan anak-anak di bawah umur lima tahun. Oleh karena itu waspadalah jika ada keluarga kita yang menderita Penyakit Diare.
Penyebab Penyakit Diare dapat terjadi karena beberapa hal, yaitu: karena infeksi usus, misalnya : kholera, disentri, bakteri-bakteri lain, virus dsb; karena kekurangan gizi misalnya : kurang gizi, kekurangan zat putih telur; karena keracunan makanan, dan karena tak tahan terhadap makanan tertentu, misalnya : si anak tak tahan meminum susu tertentu.
Penularan Penyakit Diare dapat melalui tinja yang mengandung kuman penyebab diare. Tinja tersebut dikeluarkan oleh orang sakit atau pembawa kuman yang berak di sembarang tempat. Tinja tadi mencemari lingkungan misalnya tanah, sungai, air sumur. Orang sehat yang menggunakan air sumur atau air sungai yang sudah tercemari, kemudian menderita Penyakit Diare.
Untuk mencegah terjadinya kekurangan cairan tubuh / Mengobati Diare yang lebih berat maka dianjurkan untuk memberikan minum garam ORALIT. 1 bungkus kecil ORALIT dilarutkan ke dalam 1 gelas air masak (200 cc) setiap kali mencret. Kalau ORALIT tidak ada buatlah : LARUTAN GARAM GULA. Ambillah air teh (masak) 1 gelas. Masukkan dua sendok teh peres gula pasir, dan seujung sendok teh garam dapur. Bila diare tak terhenti dalam sehari atau penderita lemas sekali bawalah segera ke Puskesmas/ rumah sakit.
Penerapan Perilaku sehat yang diharapkan untuk mencegah terjadinya Penyakit Diare adalah berak di kakus dan tidak disembarang tempat. Cuci tangan sebelum makan, dan sesudah buang air besar. Minum air dan makanan yang sudah dimasak, berikan susu anak anda selama mungkin, di samping makanan lainnya sesuai umur.
Source : Penanggulangan Penyakit
Bila Penderita Penyakit Diarebanyak sekali kehilangan cairan tubuh maka hal ini dapat menyebabkan kematian, terutama pada bayi dan anak-anak di bawah umur lima tahun. Oleh karena itu waspadalah jika ada keluarga kita yang menderita Penyakit Diare.
Penyebab Penyakit Diare dapat terjadi karena beberapa hal, yaitu: karena infeksi usus, misalnya : kholera, disentri, bakteri-bakteri lain, virus dsb; karena kekurangan gizi misalnya : kurang gizi, kekurangan zat putih telur; karena keracunan makanan, dan karena tak tahan terhadap makanan tertentu, misalnya : si anak tak tahan meminum susu tertentu.
Penularan Penyakit Diare dapat melalui tinja yang mengandung kuman penyebab diare. Tinja tersebut dikeluarkan oleh orang sakit atau pembawa kuman yang berak di sembarang tempat. Tinja tadi mencemari lingkungan misalnya tanah, sungai, air sumur. Orang sehat yang menggunakan air sumur atau air sungai yang sudah tercemari, kemudian menderita Penyakit Diare.
Untuk mencegah terjadinya kekurangan cairan tubuh / Mengobati Diare yang lebih berat maka dianjurkan untuk memberikan minum garam ORALIT. 1 bungkus kecil ORALIT dilarutkan ke dalam 1 gelas air masak (200 cc) setiap kali mencret. Kalau ORALIT tidak ada buatlah : LARUTAN GARAM GULA. Ambillah air teh (masak) 1 gelas. Masukkan dua sendok teh peres gula pasir, dan seujung sendok teh garam dapur. Bila diare tak terhenti dalam sehari atau penderita lemas sekali bawalah segera ke Puskesmas/ rumah sakit.
Penerapan Perilaku sehat yang diharapkan untuk mencegah terjadinya Penyakit Diare adalah berak di kakus dan tidak disembarang tempat. Cuci tangan sebelum makan, dan sesudah buang air besar. Minum air dan makanan yang sudah dimasak, berikan susu anak anda selama mungkin, di samping makanan lainnya sesuai umur.
Source : Penanggulangan Penyakit
Labels:
Penyakit
Bahaya dan Pencegahan Penyakit Hubungan Seksual
Penyakit Hubungan Seksual (PHS) atau Penyakit yang ditularkan melalui Hubungan Seksual merupakan istilah baru yang sebelumnya dikenal sebagai Penyakit Kelamin atau "Veneral Disease" yang sering diartikan sebagai bagian dari penyakit kulit. Usia kematangan seksual yang menurun, gaya hidup bebas, kecerobohan dan kekurangpahaman merupakan faktor yang menambah semakin menyebarnya Penyakit Hubungan Seksual (PHS).
Bagaimana Penularan Penyakit Hubungan Seksual (PHS)?
Sesuai dengan namanya, Penyakit Hubungan Seksual (PHS) memang ditularkan melalui hubungan seksual namun tidak mutlak demikian. Ada beberapa Penyakit Hubungan Seksual (PHS) ditularkan juga tanpa melalui kontak seksual misalnya Hepatitis B dan AIDS yang dapat ditularkan melalui alat suntikan, tranfusi darah atau lewat benda lain.
Penularan Penyakit Hubungan Seksual (PHS) dapat terjadi melalui hubungan seksual, baik antara pria atau wanita dengan lawan jenis ataupun sejenis, yang telah terinfeksi oleh kuman-kuman tersebut. Dari berbagai perilaku seksual yang sangat beragam, ternyata setiap cara mengundang risiko penyakit tersendiri.
Penyakit Hubungan Seksual (PHS) dapat dikelompokkan berdasarkan organisme penyebabnya.
GONORE
GONORE merupakan Penyakit Hubungan Seksual (PHS) yang paling banyak ditemukan. Penyebab Utamanya adalah kuman Neisseria gonorrhoea. Pada pria, penyakit GO ditandai dengan rasa gatal, panas, nyeri sewaktu buang air seni dan keluar nanah berwarna putih, kuning atau kehijauan. Pada wanita, gejala tidak tampak dan hampir tidak menimbulkan keluhan kecuali jika infeksi sudah menjalar ke saluran kemih akan menimbulkan rasa sakit sewaktu buang air seni serta rasa tidak enak di bagian bawah perut.
Bila Penyakit sudah memasuki daerah indung telur (pada arau prostat (pada pria) dapat menyebabkan kemandulan. Gonore juga dapat juga menulari bayi yang dilahirkan melalui jalan lahir dari ibu penderita GO, sehingga timbul radang pada mata dan bila tidak segera diobati bisa menjadi buta. Pengobatan GO secara dini menjamin kesembuhan total.
KLAMIDIA
Klamidia merupakan Penyakit Hubungan Seksual (PHS) yang sulit dideteksi, penyebabnya adalah Chlamydia trachomatis dan akhir-akhir ini sering dijumpai bersama dengan Penyakit Hubungan Seksual (PHS) lain.
Gejalanya Klamidia tidak khas, pada pria dapat menimbulkan rasa nyeri pada saat buang air seni, dan pembengkakan prostat, sedangkan pada wanita ditandai dengan keputihan berwarna kuning yang disertai dengan rasa sakit saat buang air seni.
Infeksi klamidia dapat mengakibatkan kemandulan baik pada pria maupun wanita. Infeksi yang telah menjalar ke saluran telur menyebabkan peradangan pada panggul yang dapat mengakibatkan kehamilan diluar kandungan sehingga perlu tindakan pembedahan. Bila infeksi diderita oleh ibu hamil, bayi dapat tertulari sehingga menyebabkan pneumonia, kerusakan pada mata atau bayi lahir prematur.
SIFILIS
Sifilis atau raja singa merupakan Penyakit Hubungan Seksual (PHS) yang sadis karena dapat menyerang hampir semua organ tubuh termasuk jantung dan susunan syaraf otak. Korbannya dari orang dewasa, bayi sampai janin dalam rahim seorang ibu. Janin dari ibu penderita sifilis dapat tertulari sehingga berakibat keguguran, lahir mall atau lahir hidup dengan gejala atau baru bergejala dikemudian hari.
Sifilis laten sering tidak bergejala dan untuk mengetahuinya perlu pemeriksaan darah.
lnfeksi sifilis diawali dengan timbulnya benjolan kenyal yang tidak terasa sakit. Pada stadium berikutnya terjadi pembesaran limfe dan timbul nyeri otot sendi pada malam hari dan bila tidak diindahkan bisa timbul kelainan jantung dan susunan saraf otak.
HERPES
Penyebabnya adalah virus herpes simpleks. Infeksi ini ditandai dengan adanya gelembung pada kulit yang berkelompok dengan dasar kemerahan yang bersifat hilang timbul, kadang disertai rasa nyeri dan gatal. Penderita biasanya mengeluh karena menggigil, panas dan pusing.
Penyakit ini berkaitan pula dengan terjadinya keganasan/ kanker pada rahim. lnfeksi pada wanita yang sedang hamil muda dapat menyebabkan keguguran, sedangkan infeksi pada kehamilan lanjut dapat menular pada bayi dengan gejala yang berat. Dan yang paling menjengkelkan dari penyakit ini adalah sifatnya yang terus melekat, dimana secara klinis sudah dinyatakan sembuh namun sebenarnya virus masih bersembunyi dalam tubuh dan sewaktu-waktu dapat kambuh.
HEPATITIS B
Yaitu peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Selain penularan melalui hubungan intim (hubungan seksual dan ciuman), hepatitis B dapat pula ditularkan melalui kontak langsung dengan darah penderita, dan juga dari ibu kepada bayinya.
Gejala yang sering ditimbulkan tidak spesifik bahkan orang sering tidak menyadari keberadaannya. Akibat dari virus Hepatitis B yang paling berbahaya adalah Sirosis (Pengerutan Jaringan Hati) dan Kanker Hati.
Meskipun keberhasilan pengobatan Hepatitis B belum mencapai 100%, namun penyakit ini dapat dicegah dengan vaksinasi.
Penyakit AIDS dan virusnya : HIV
Ada beberapa pengertian yang menyamakan HIV dengan AIDS, namun sebenarnya HIV tidak sama dengan AIDS. AIDS adalah penyakitnya (Penyakit Hubungan Seksual Paling Ditakuti) (bila sudah terserang maka seseorang dapat dikatakan terinfeksi AIDS), sedangkan HIV adalah virusnya.
AIDS (Aquired Immunodeficiency Syndrome) adalah penyakit yang menyebabkan hilangnya kekebalan tubuh untuk mencegah infeksi penyakit. Bila sudah demikian, maka tubuh tidak dapat mengatasi penyakit-penyakit. Penyakit kecil pun dapat menyebabkan tubuh mengalami hal fatal.
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyebabkan AIDS, HIV dapat ditularkan melalui kontak langsung maelalui darah dan cairan tubuh.
Penggunaan Jarum Suntik penderita ketergantungan NARKOBA, gonta-ganti pasangan, hubungan SEX tanpa pengaman adalah penyebab utama penyakit AIDS. Gejala penyakit ini muncul dalam kurun waktu cukup lama (10 Tahunan). Selama masa tersebut mereka yang terkena dapat saja menularkannya tanpa sepengetahuannya.
Segera setelah gejala AIDS terlihat, penderita dapat kehilangan berat badan secara drastis, mudah lelah, pembengkakan limpa, diare akut, PNEUMONIA (berkeringat di malam hari). Mereka yang terkena AIDS juga sangat rentan infeksi yang dapat mengancam hidup mereka.
Ada Beberapa Panel yang dapat dilakukan dalam Pemeriksaan Penyakit Hubungan Seksual
Bagaimana Penularan Penyakit Hubungan Seksual (PHS)?
Sesuai dengan namanya, Penyakit Hubungan Seksual (PHS) memang ditularkan melalui hubungan seksual namun tidak mutlak demikian. Ada beberapa Penyakit Hubungan Seksual (PHS) ditularkan juga tanpa melalui kontak seksual misalnya Hepatitis B dan AIDS yang dapat ditularkan melalui alat suntikan, tranfusi darah atau lewat benda lain.
Penularan Penyakit Hubungan Seksual (PHS) dapat terjadi melalui hubungan seksual, baik antara pria atau wanita dengan lawan jenis ataupun sejenis, yang telah terinfeksi oleh kuman-kuman tersebut. Dari berbagai perilaku seksual yang sangat beragam, ternyata setiap cara mengundang risiko penyakit tersendiri.
Penyakit Hubungan Seksual (PHS) dapat dikelompokkan berdasarkan organisme penyebabnya.
- Penyakit Hubungan Seksual (PHS) yang disebabkan oleh bakteri misalnya Gonore (GO), Infeksi Klamidia dan Sifilis;
- Penyakit Hubungan Seksual (PHS) yang disebabkan virus misal AIDS, Hepatitis B, Herpes, Kondiloma Akuminatum dan
- Penyakit Hubungan Seksual (PHS)yang disebabkan oleh jamur/parasit misal candidiasis, trikomoniasis.
GONORE
GONORE merupakan Penyakit Hubungan Seksual (PHS) yang paling banyak ditemukan. Penyebab Utamanya adalah kuman Neisseria gonorrhoea. Pada pria, penyakit GO ditandai dengan rasa gatal, panas, nyeri sewaktu buang air seni dan keluar nanah berwarna putih, kuning atau kehijauan. Pada wanita, gejala tidak tampak dan hampir tidak menimbulkan keluhan kecuali jika infeksi sudah menjalar ke saluran kemih akan menimbulkan rasa sakit sewaktu buang air seni serta rasa tidak enak di bagian bawah perut.
Bila Penyakit sudah memasuki daerah indung telur (pada arau prostat (pada pria) dapat menyebabkan kemandulan. Gonore juga dapat juga menulari bayi yang dilahirkan melalui jalan lahir dari ibu penderita GO, sehingga timbul radang pada mata dan bila tidak segera diobati bisa menjadi buta. Pengobatan GO secara dini menjamin kesembuhan total.
KLAMIDIA
Klamidia merupakan Penyakit Hubungan Seksual (PHS) yang sulit dideteksi, penyebabnya adalah Chlamydia trachomatis dan akhir-akhir ini sering dijumpai bersama dengan Penyakit Hubungan Seksual (PHS) lain.
Gejalanya Klamidia tidak khas, pada pria dapat menimbulkan rasa nyeri pada saat buang air seni, dan pembengkakan prostat, sedangkan pada wanita ditandai dengan keputihan berwarna kuning yang disertai dengan rasa sakit saat buang air seni.
Infeksi klamidia dapat mengakibatkan kemandulan baik pada pria maupun wanita. Infeksi yang telah menjalar ke saluran telur menyebabkan peradangan pada panggul yang dapat mengakibatkan kehamilan diluar kandungan sehingga perlu tindakan pembedahan. Bila infeksi diderita oleh ibu hamil, bayi dapat tertulari sehingga menyebabkan pneumonia, kerusakan pada mata atau bayi lahir prematur.
SIFILIS
Sifilis atau raja singa merupakan Penyakit Hubungan Seksual (PHS) yang sadis karena dapat menyerang hampir semua organ tubuh termasuk jantung dan susunan syaraf otak. Korbannya dari orang dewasa, bayi sampai janin dalam rahim seorang ibu. Janin dari ibu penderita sifilis dapat tertulari sehingga berakibat keguguran, lahir mall atau lahir hidup dengan gejala atau baru bergejala dikemudian hari.
Sifilis laten sering tidak bergejala dan untuk mengetahuinya perlu pemeriksaan darah.
lnfeksi sifilis diawali dengan timbulnya benjolan kenyal yang tidak terasa sakit. Pada stadium berikutnya terjadi pembesaran limfe dan timbul nyeri otot sendi pada malam hari dan bila tidak diindahkan bisa timbul kelainan jantung dan susunan saraf otak.
HERPES
Penyebabnya adalah virus herpes simpleks. Infeksi ini ditandai dengan adanya gelembung pada kulit yang berkelompok dengan dasar kemerahan yang bersifat hilang timbul, kadang disertai rasa nyeri dan gatal. Penderita biasanya mengeluh karena menggigil, panas dan pusing.
Penyakit ini berkaitan pula dengan terjadinya keganasan/ kanker pada rahim. lnfeksi pada wanita yang sedang hamil muda dapat menyebabkan keguguran, sedangkan infeksi pada kehamilan lanjut dapat menular pada bayi dengan gejala yang berat. Dan yang paling menjengkelkan dari penyakit ini adalah sifatnya yang terus melekat, dimana secara klinis sudah dinyatakan sembuh namun sebenarnya virus masih bersembunyi dalam tubuh dan sewaktu-waktu dapat kambuh.
HEPATITIS B
Yaitu peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Selain penularan melalui hubungan intim (hubungan seksual dan ciuman), hepatitis B dapat pula ditularkan melalui kontak langsung dengan darah penderita, dan juga dari ibu kepada bayinya.
Gejala yang sering ditimbulkan tidak spesifik bahkan orang sering tidak menyadari keberadaannya. Akibat dari virus Hepatitis B yang paling berbahaya adalah Sirosis (Pengerutan Jaringan Hati) dan Kanker Hati.
Meskipun keberhasilan pengobatan Hepatitis B belum mencapai 100%, namun penyakit ini dapat dicegah dengan vaksinasi.
Penyakit AIDS dan virusnya : HIV
Ada beberapa pengertian yang menyamakan HIV dengan AIDS, namun sebenarnya HIV tidak sama dengan AIDS. AIDS adalah penyakitnya (Penyakit Hubungan Seksual Paling Ditakuti) (bila sudah terserang maka seseorang dapat dikatakan terinfeksi AIDS), sedangkan HIV adalah virusnya.
AIDS (Aquired Immunodeficiency Syndrome) adalah penyakit yang menyebabkan hilangnya kekebalan tubuh untuk mencegah infeksi penyakit. Bila sudah demikian, maka tubuh tidak dapat mengatasi penyakit-penyakit. Penyakit kecil pun dapat menyebabkan tubuh mengalami hal fatal.
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyebabkan AIDS, HIV dapat ditularkan melalui kontak langsung maelalui darah dan cairan tubuh.
Penggunaan Jarum Suntik penderita ketergantungan NARKOBA, gonta-ganti pasangan, hubungan SEX tanpa pengaman adalah penyebab utama penyakit AIDS. Gejala penyakit ini muncul dalam kurun waktu cukup lama (10 Tahunan). Selama masa tersebut mereka yang terkena dapat saja menularkannya tanpa sepengetahuannya.
Segera setelah gejala AIDS terlihat, penderita dapat kehilangan berat badan secara drastis, mudah lelah, pembengkakan limpa, diare akut, PNEUMONIA (berkeringat di malam hari). Mereka yang terkena AIDS juga sangat rentan infeksi yang dapat mengancam hidup mereka.
Ada Beberapa Panel yang dapat dilakukan dalam Pemeriksaan Penyakit Hubungan Seksual
- VDRURPR
- TPHA
- GO
- Chlamydia lgG/M
- Anti HSV II lgM
- HBsAg
- Anti HIV
Labels:
Penyakit
Friday, March 26, 2010
Pengendalian, Pencegahan dan Pengobatan Penyakit demam berdarah (DBD)
Penyakit demam berdarah (DBD) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan, hampir setiap tahun kejadian penyakit terus bertambah jumlah dan distribusi penyebarannya. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang menyenangi tempat penampungan air yang tergenang.
Penyakit demam berdarah (DBD) ditandai dengan gejala demam tinggi terus menerus lebih dari 2 hari, badan lemah, sakit sakit di. sendi, kadang kadang disertai dengan manifestasi perdarahan seperti mimisan, bintik bintik merah di kulit dan atau mual dan muntah darah. Syok dan kesadaran menurun adalah kondisi yang berbahaya bagi penderita Penyakit demam berdarah (DBD), karena tanpa pertolongan yang baik dan benar maka dapat terjadi kematian.
Penyakit demam berdarah (DBD) hanya dapat diketahui melalui cek darah, bukan dengan pengamatan saja. Dokter akan mengambil sampel darah anda dan menguji. Diperlukan waktu beberapa saat kemudian anda akan diberitahu keadaan Trombosit anda. Jika di bawah 150 dan gejalanya sama seperti yang disebutkan sebelumnya, maka kemungkinan bisa diduga terkena Penyakit demam berdarah (DBD).
Penderita Penyakit demam berdarah (DBD) HARUS SEGERA DIRAWAT bi la ditemukan gejala-gejala berikut: Denyut jantung meningkat, kulit pucat dan dingin, denyut nadi melemah , dan terjadi perubahan derajat kesadaran, penderita terlihat ngantuk atau tertidur terus menerus.
Penderita Penyakit demam berdarah (DBD) harus banyak minum air putih dan minum obat peningkat trombosit. Kebiasaan yang berlaku di masyarakat adalah diberikan sari buah-buahan.
[[ DBD atau demam berdarah, adalah penyakit yg disebabkan oleh virus, sampai sekarang belum ada obat terapeutik nya dalam artian yg membunuh virus yang efektif, jadi biasanya hanya menjaga kondisi pasien agar tetap baik. dan obat obatannya bersifat penunjang kesembuhan, dalam artian simtomatik alias penghilang keluhan. Nah pocari sweat disarankan biasanya dengan alasan untuk menjaga cairan dalam tubuh anda. karena demam menyebabkan konsumsi cairan dalam tubuh meningkat. Nah kembali ke pertanyaan anda, apakah 3 - 6 kaleng berbahaya? jawabannya tidak. tetapi ada beberapa dokter yg tidak sependapat, malahan menyarankan agar tidak minum pocari sweat, sarannya cukup air kelapa muda atau juz buah buahan terutama jambu biji. dan bila anda tidak ada akses itu, cukup minum air biasa dengan sedikit garam didalamnya bila perlu dan sisanya banyak minum air putih biasa. ]]
Source Pendapat : http://tanyasaja.detik.com/pertanyaan/6320-pocari-sweat-vs-dbd
Satu-satunya usaha pencegahan atau pengendalian Penyakit demam berdarah (DBD) adalah dengan memerangi nyamuk yang mengakibatkan penularan Aedes aegypti berkembang biak terutama di tempat-tempat buatan manusia, seperti wadah plastik, ban mobil bekas dan tempat-tempat lain yang menampung air hujan. Nyamuk ini menggigit pada siang hari, beristirahat di dalam rumah dan meletakkan telurnya pada tempat-tempat air bersih tergenang.
Upaya pencegahan Penyakit demam berdarah (DBD) - "3M", yaitu:
Penyakit demam berdarah (DBD) ditandai dengan gejala demam tinggi terus menerus lebih dari 2 hari, badan lemah, sakit sakit di. sendi, kadang kadang disertai dengan manifestasi perdarahan seperti mimisan, bintik bintik merah di kulit dan atau mual dan muntah darah. Syok dan kesadaran menurun adalah kondisi yang berbahaya bagi penderita Penyakit demam berdarah (DBD), karena tanpa pertolongan yang baik dan benar maka dapat terjadi kematian.
Penyakit demam berdarah (DBD) hanya dapat diketahui melalui cek darah, bukan dengan pengamatan saja. Dokter akan mengambil sampel darah anda dan menguji. Diperlukan waktu beberapa saat kemudian anda akan diberitahu keadaan Trombosit anda. Jika di bawah 150 dan gejalanya sama seperti yang disebutkan sebelumnya, maka kemungkinan bisa diduga terkena Penyakit demam berdarah (DBD).
Penderita Penyakit demam berdarah (DBD) HARUS SEGERA DIRAWAT bi la ditemukan gejala-gejala berikut: Denyut jantung meningkat, kulit pucat dan dingin, denyut nadi melemah , dan terjadi perubahan derajat kesadaran, penderita terlihat ngantuk atau tertidur terus menerus.
Penderita Penyakit demam berdarah (DBD) harus banyak minum air putih dan minum obat peningkat trombosit. Kebiasaan yang berlaku di masyarakat adalah diberikan sari buah-buahan.
[[ DBD atau demam berdarah, adalah penyakit yg disebabkan oleh virus, sampai sekarang belum ada obat terapeutik nya dalam artian yg membunuh virus yang efektif, jadi biasanya hanya menjaga kondisi pasien agar tetap baik. dan obat obatannya bersifat penunjang kesembuhan, dalam artian simtomatik alias penghilang keluhan. Nah pocari sweat disarankan biasanya dengan alasan untuk menjaga cairan dalam tubuh anda. karena demam menyebabkan konsumsi cairan dalam tubuh meningkat. Nah kembali ke pertanyaan anda, apakah 3 - 6 kaleng berbahaya? jawabannya tidak. tetapi ada beberapa dokter yg tidak sependapat, malahan menyarankan agar tidak minum pocari sweat, sarannya cukup air kelapa muda atau juz buah buahan terutama jambu biji. dan bila anda tidak ada akses itu, cukup minum air biasa dengan sedikit garam didalamnya bila perlu dan sisanya banyak minum air putih biasa. ]]
Source Pendapat : http://tanyasaja.detik.com/pertanyaan/6320-pocari-sweat-vs-dbd
Satu-satunya usaha pencegahan atau pengendalian Penyakit demam berdarah (DBD) adalah dengan memerangi nyamuk yang mengakibatkan penularan Aedes aegypti berkembang biak terutama di tempat-tempat buatan manusia, seperti wadah plastik, ban mobil bekas dan tempat-tempat lain yang menampung air hujan. Nyamuk ini menggigit pada siang hari, beristirahat di dalam rumah dan meletakkan telurnya pada tempat-tempat air bersih tergenang.
Upaya pencegahan Penyakit demam berdarah (DBD) - "3M", yaitu:
- Menguras Tempat Penampungan Air
- Menutup Tempat Penampungan Air
- Menimbun Tempat Penampungan Air
Labels:
Penyakit
Subscribe to:
Posts (Atom)
